Dicko : BromoFM Selasa 06/01/2015 KRAKSAAN - Lomba desain batik khas Kabupaten Probolinggo yang digelar Bagian Komunikasi dan Inform...
Dicko : BromoFM
Selasa 06/01/2015
KRAKSAAN - Lomba
desain batik khas Kabupaten Probolinggo yang digelar Bagian Komunikasi dan
Informatika (Kominfo) Setda Kabupaten Probolinggo berakhir Selasa (6/1). Dari
total 65 peserta lomba, ada lima orang yang berhasil menjadi juara.
Juara I diraih Hendro Sugianto warga Desa Kedungsari Kecamatan Maron dengan mengusung tema Mangga Anggur, juara II diraih Luluk Mujiati warga Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu dengan tema Candi Jabung dan juara III diraih Lasidi warga Desa Rondokuning Kecamatan Kraksaan dengan mengusung tema Gunung Bromo.
Sedangkan juara harapan I diraih Linda Yuliasih warga Desa Bulujaran Lor Kecamatan Tegalsiwalan dengan mengusung tema Panorama Gunung Bromo dan juara harapan II diraih Ivonny Rusbuyanti warga Desa Pabean Kecamatan Dringu dengan mengusung tema Damai Bumi Probolinggo.
Para pemenang ini nantinya akan menerima hadiahnya dalam apel bulanan Korpri pada Senin (19/1) pukul 07.00 WIB di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, Jalan Raya Panglima Sudirman No. 134 Kota Kraksaan.
Juri lomba Taufik Alami mengatakan hasil kreasi peserta lomba desain motif batik khas Kabupaten Probolinggo itu sangat variatif. Semuanya sudah menunjukkan kearifan lokal Kabupaten Probolinggo. “Hasil karyanya tidak hanya Bromo. Tetapi ada juga desain motif dari bawang merah, wortel, mangga, anggur, Candi Jabung dan Tari Glipang,” ujarnya.
Kabid Keswadayaan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo ini mengaku kagum melihat karya peserta lomba desain batik khas Kabupaten Probolinggo. Semua karyanya sudah menyentuh potensi yang ada meliputi budaya, alam hingga agro. Namun dari kriteria penilaian akhirnya lima peserta menjadi pemenang dari 10 nominator.
Kriterianya meliputi orisinil, potensi lokal, inovatif, kreatif dan aplikasi dalam busana. Setelah melalui pengujian dari desain dan diaplikasikan ke busana, disinilah karya peserta banyak yang gagal. Dari 10 nominator itu, ada lima karya yang berhasil. “Hal ini dikarenakan karya mereka bisa diaplikasikan dalam kain untuk dijadikan busana,” jelasnya.
Sementara Kepala Bagian Kominfo Setda Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengungkapkan karya pemenang lomba desain motif batik khas Kabupaten Probolinggo ini tidak hanya berhenti sampai disini. Sebab ke depan direncanakan akan menjadikan karya hasil lomba tersebut untuk inspirasi batik unggulan di Kabupaten Probolinggo.
“Tentunya batik dengan karakteristik lokal dengan harapan bisa menjadi pakaian khas Kabupaten Probolinggo yang nantinya bisa digunakan untuk seragam PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Pemkab Probolinggo,” ungkapnya.(dc/fir)
Selasa 06/01/2015
KRAKSAAN - Lomba
desain batik khas Kabupaten Probolinggo yang digelar Bagian Komunikasi dan
Informatika (Kominfo) Setda Kabupaten Probolinggo berakhir Selasa (6/1). Dari
total 65 peserta lomba, ada lima orang yang berhasil menjadi juara.Juara I diraih Hendro Sugianto warga Desa Kedungsari Kecamatan Maron dengan mengusung tema Mangga Anggur, juara II diraih Luluk Mujiati warga Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu dengan tema Candi Jabung dan juara III diraih Lasidi warga Desa Rondokuning Kecamatan Kraksaan dengan mengusung tema Gunung Bromo.
Sedangkan juara harapan I diraih Linda Yuliasih warga Desa Bulujaran Lor Kecamatan Tegalsiwalan dengan mengusung tema Panorama Gunung Bromo dan juara harapan II diraih Ivonny Rusbuyanti warga Desa Pabean Kecamatan Dringu dengan mengusung tema Damai Bumi Probolinggo.
Para pemenang ini nantinya akan menerima hadiahnya dalam apel bulanan Korpri pada Senin (19/1) pukul 07.00 WIB di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, Jalan Raya Panglima Sudirman No. 134 Kota Kraksaan.
Juri lomba Taufik Alami mengatakan hasil kreasi peserta lomba desain motif batik khas Kabupaten Probolinggo itu sangat variatif. Semuanya sudah menunjukkan kearifan lokal Kabupaten Probolinggo. “Hasil karyanya tidak hanya Bromo. Tetapi ada juga desain motif dari bawang merah, wortel, mangga, anggur, Candi Jabung dan Tari Glipang,” ujarnya.
Kabid Keswadayaan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo ini mengaku kagum melihat karya peserta lomba desain batik khas Kabupaten Probolinggo. Semua karyanya sudah menyentuh potensi yang ada meliputi budaya, alam hingga agro. Namun dari kriteria penilaian akhirnya lima peserta menjadi pemenang dari 10 nominator.
Kriterianya meliputi orisinil, potensi lokal, inovatif, kreatif dan aplikasi dalam busana. Setelah melalui pengujian dari desain dan diaplikasikan ke busana, disinilah karya peserta banyak yang gagal. Dari 10 nominator itu, ada lima karya yang berhasil. “Hal ini dikarenakan karya mereka bisa diaplikasikan dalam kain untuk dijadikan busana,” jelasnya.
Sementara Kepala Bagian Kominfo Setda Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengungkapkan karya pemenang lomba desain motif batik khas Kabupaten Probolinggo ini tidak hanya berhenti sampai disini. Sebab ke depan direncanakan akan menjadikan karya hasil lomba tersebut untuk inspirasi batik unggulan di Kabupaten Probolinggo.
“Tentunya batik dengan karakteristik lokal dengan harapan bisa menjadi pakaian khas Kabupaten Probolinggo yang nantinya bisa digunakan untuk seragam PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Pemkab Probolinggo,” ungkapnya.(dc/fir)


COMMENTS