Dicko Bromo FM Selasa 13/01/2015 SUKAPURA – Para layang dan para motor kembali berunjuk kebolehan di wisata Gunung Bromo, Kabupaten...
Dicko Bromo FM
Selasa 13/01/2015
SUKAPURA
– Para layang dan para motor kembali berunjuk kebolehan di wisata
Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Objek wisata Gunung Bromo yang
selama ini hanya dikenal dengan keindahan panorama alamnya. Ternyata di
wilayah tersebut sangat potensial untuk dikembangkan wisata baru berupa
wisata paralayang dan paramotor. Seperti yang diberitakan sebelumnya, sudah ada dua operator yang berminat untuk menjadi operator disana, mereka berasal dari Surabaya dan sudah berpengalaman di bidang tersebut, beberapa pecan lalu operator tersebut telah melakukan uji coba, baik untuk paralayang maupun paramotor.
“Dari hasil uji coba tersebut mereka sangat antusias untuk mengembangkannya. Dari komunikasi terakhir mereka siap. Apalagi didukung dengan fakta bahwa kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo yang sangat ramai. Sehingga tinggal bagaimana kerjasama ini bisa direalisasikan,” ungkap Camat Sukapura Bambang Yulius Wijanarko.
Menurutnya, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang sangat luar biasa dari atas Gunung Bromo. Sementara sekitar 300 meter di bawahnya menghampar lahan pertanian dengan latar belakang Kecamatan Sukapura. Adrenalin tentunya semakin terpacu.
Selain hamparan lahan pertanian yang sebagian besar ditanami sayur dan penampakan Kecamatan Sukapura dan Kota Probolinggo, jika cuaca mendukung mereka juga bisa melihat kemegahan puncak Gunung Semeru dari kejauhan.
Agung Pria Jatmiko, salah satu master paramotor/paralayang mengungkapkan agar menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur, perlu dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Dari hasil survei yang dilakukan timnya ada tiga opsi tempat yang dapat dijadikan sebagai tempat landing site atau take off. Yakni Lava View, Seruni Poin dan Pundak Lembu.
“Yang paling memungkinkan adalah di Lava View. Sementara untuk Seruni Poin dapat dijadikan alternatif ketika angin bertiup ke arah selatan atau timur. Pundak Lembu kami jadikan alternatif terakhir mengingat akses jalannya masih belum memadai,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengaku sangat mendukung sekali rencana tersebut. Namun, ia belum dapat mengambil langkah lebih jauh. Sebab, hingga saat ini antara pihaknya dengan calon operator itu belum bertemu secara intens. Sehingga belum diketahui apa saja yang dibutuhkan dan bentuk dukungan apa dari Pemkab Probolinggo yang dapat dilakukan.(dc/fir)


COMMENTS