Dicko : BromoFM Jum'at 09/01/2015 KRAKSAAN- Jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yang melibatkan 4 korban dalam satu keluarga yakni Ind...
Dicko : BromoFM
Jum'at 09/01/2015
KRAKSAAN- Jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yang melibatkan 4 korban dalam satu keluarga yakni Indra Yulianto (51), V.S V S Andrijany (44), Stephanie Yulianto (14) dan Albertus Eka Surya Yulinato (10) asal Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Atas ditemukannya 2 korban yakni Indra Yulianto dan Albertus Eka Surya Yulianto, ratusan umat Katolik sekecamatan Kraksaan menggelar do’a bersama di Gereja Santo Paulus pada Kamis (8/1/2014) malam.
Menurut Pastur yang memimpin do’a yakni Romo Emel, do’a di gelar secara bersama seluruh umat Katolik di Kota Kraksaan, dengan tujuan rasa belas kasih dan duka yang sangat dalam atas peristiwa yang menimpa 4 orang sekeluarga tersebut.
“Kami mendo’akan yang sudah diketemukan dan yang masih belum diketemukan, terutama 2 orang yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian,”Romo Emel usai melakukan do’a di Gereja Santo Paulus.
Sementara Abraham salah satu kerabat Indra Yulianto mangaku, do’a bersama seluruh umat Katolik ini khusus 4 korban dalam 1 keluarga yang sementara ini 2 jenazah sudah disemayamkan di Surabaya. Do’a bersama akan dilakukan kembali setelah 4 korban tersebut ditemukan dan dikirim ke Probolinggo.
“Selain untuk keluarga sahabat saya, doa ini juga ditujukan kepada siapa saja yang menjadi korban AirAsia. Kami anggap peristiwa ini adalah sebuah takdir dari tuhan,”sebut Abraham.(dc/fir )
Jum'at 09/01/2015
KRAKSAAN- Jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yang melibatkan 4 korban dalam satu keluarga yakni Indra Yulianto (51), V.S V S Andrijany (44), Stephanie Yulianto (14) dan Albertus Eka Surya Yulinato (10) asal Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Atas ditemukannya 2 korban yakni Indra Yulianto dan Albertus Eka Surya Yulianto, ratusan umat Katolik sekecamatan Kraksaan menggelar do’a bersama di Gereja Santo Paulus pada Kamis (8/1/2014) malam.
Menurut Pastur yang memimpin do’a yakni Romo Emel, do’a di gelar secara bersama seluruh umat Katolik di Kota Kraksaan, dengan tujuan rasa belas kasih dan duka yang sangat dalam atas peristiwa yang menimpa 4 orang sekeluarga tersebut.
“Kami mendo’akan yang sudah diketemukan dan yang masih belum diketemukan, terutama 2 orang yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian,”Romo Emel usai melakukan do’a di Gereja Santo Paulus.
Sementara Abraham salah satu kerabat Indra Yulianto mangaku, do’a bersama seluruh umat Katolik ini khusus 4 korban dalam 1 keluarga yang sementara ini 2 jenazah sudah disemayamkan di Surabaya. Do’a bersama akan dilakukan kembali setelah 4 korban tersebut ditemukan dan dikirim ke Probolinggo.
“Selain untuk keluarga sahabat saya, doa ini juga ditujukan kepada siapa saja yang menjadi korban AirAsia. Kami anggap peristiwa ini adalah sebuah takdir dari tuhan,”sebut Abraham.(dc/fir )



COMMENTS