Dicko : BromoFM Sabtu 10/01/2015 KRAKSAAN - Gegap gempita Kurikulum 2013 disambut positip oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pro...
Dicko : BromoFM
Sabtu 10/01/2015
KRAKSAAN - Gegap gempita Kurikulum 2013 disambut positip oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probilinggo. Demi memantapkan implementasi Kurikulum (Kur) 2013 di Kabupaten Probolinggo, Dispendik melakukan study banding ke sesama sekolah sasaran Kur 2013 SD di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (10/1).
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Dispendik mengunjungi 2 (dua) SD. Yakni, SDN Model (RBI) Banyuwangi dan SDN 1 Lateng Kab.Banyuwangi. Dari kedua SD tersebut, keunggulan secara keseluruhan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan Kurikulum tahun 2013 di Kabupaten Probolinggo.
“Hanya ada keunggulan lain yang dapat dijadikan masukan untuk pelaksanaan Kur 13 di Kabupaten Probolinggo. Diantaranya fasilitas yang memadai, tenaga PTK yang kualifaid, PSM yang kuat serta jaringan kerja sama lintas sektoral yang cukup luas,” ungkap Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kasi SD Rochim.
Menurut Rochim, dengan jumlah siswa yang besar seperti di SDN Model RBI sebesar 610 siswa akan menjadi masalah kalau tidak dibarengi dengan jumlah PTK yang cukup dalam melaksanakan Kur 13.
“Karena jumlah PTK sudah sebanding dengan jumlah rombel, maka pelaksanaan Kur 13 di SD ini menjadi lancar dan termasuk sukses sebagai pilot projek pelaksanaan Kur 13,” jelasnya.
Berbeda dengan SDN 1 Lateng jelas Rochim. Disini cukup fantastis dengan jumlah siswa 1080. Sekolah ini patut diapresiasi dalam pengelolaannya. Jumlah rombel yang banyak mencapai 30 rombel dan kelas terbatas.
“Dengan jumlah guru sebanyak 50 orang yang terdiri dari 20 PNS, 30 GTT dan staf sebanyak 7 orang dan masih berstatus PTT. Sehingga siswa masuk sekolah model shif pagi dan siang. KS fullday dan guru memakai sistem shif. Akan tetapi keadaan tersebut mendapat dukungan penuh dari orang tua, Paguyuban Kelas dan Komite Sekolah,” terangnya.(dc/fir)
Sabtu 10/01/2015
KRAKSAAN - Gegap gempita Kurikulum 2013 disambut positip oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probilinggo. Demi memantapkan implementasi Kurikulum (Kur) 2013 di Kabupaten Probolinggo, Dispendik melakukan study banding ke sesama sekolah sasaran Kur 2013 SD di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (10/1).Dalam kesempatan tersebut, rombongan Dispendik mengunjungi 2 (dua) SD. Yakni, SDN Model (RBI) Banyuwangi dan SDN 1 Lateng Kab.Banyuwangi. Dari kedua SD tersebut, keunggulan secara keseluruhan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan Kurikulum tahun 2013 di Kabupaten Probolinggo.
“Hanya ada keunggulan lain yang dapat dijadikan masukan untuk pelaksanaan Kur 13 di Kabupaten Probolinggo. Diantaranya fasilitas yang memadai, tenaga PTK yang kualifaid, PSM yang kuat serta jaringan kerja sama lintas sektoral yang cukup luas,” ungkap Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kasi SD Rochim.
Menurut Rochim, dengan jumlah siswa yang besar seperti di SDN Model RBI sebesar 610 siswa akan menjadi masalah kalau tidak dibarengi dengan jumlah PTK yang cukup dalam melaksanakan Kur 13.
“Karena jumlah PTK sudah sebanding dengan jumlah rombel, maka pelaksanaan Kur 13 di SD ini menjadi lancar dan termasuk sukses sebagai pilot projek pelaksanaan Kur 13,” jelasnya.
Berbeda dengan SDN 1 Lateng jelas Rochim. Disini cukup fantastis dengan jumlah siswa 1080. Sekolah ini patut diapresiasi dalam pengelolaannya. Jumlah rombel yang banyak mencapai 30 rombel dan kelas terbatas.
“Dengan jumlah guru sebanyak 50 orang yang terdiri dari 20 PNS, 30 GTT dan staf sebanyak 7 orang dan masih berstatus PTT. Sehingga siswa masuk sekolah model shif pagi dan siang. KS fullday dan guru memakai sistem shif. Akan tetapi keadaan tersebut mendapat dukungan penuh dari orang tua, Paguyuban Kelas dan Komite Sekolah,” terangnya.(dc/fir)


COMMENTS