Dicko : BromoFM Sabtu 10/01/2015 PAKUNIRAN – Plengsengan dibawah Dam Jeruk Sungai Pancar Glagas Desa Glagah Kecamatan Pakuniran Kabupat...
Dicko : BromoFM
Sabtu 10/01/2015
PAKUNIRAN – Plengsengan dibawah Dam Jeruk Sungai Pancar Glagas Desa Glagah Kecamatan Pakuniran Kabupaten Problinggo, mulai longsor akibat tergerus air yang debitnya tinggi.
Pada musim hujan tahun ini, masyarakat yang tinggal di sekitar Dam jeruk mulai resah, pasalnya diatakuti longsor yang terjadi disisi barat dan sisi timur itu semakin ambrol.
Sementara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Probolinggo, akan mengantisipasi hal tersebut meskipun masih bersifat sementara. Yakni akan membangun bronjong penahakn tebing khusus pada bagian timur. Jika tidak segera di atasi dihawatirkan jebol. Akibatnya tiga Kecamatan di
Kabupaten Probolingo, Kotaanyar, Paiton dan Pakuniran akan menglami puso.
Sementara sisi barat, belum dilakukan perbaikan. Plengsengan yang ada saat ini sudah longsor dengan lebar sekitar 10 meter dengan ketinggian 4 meter. Jika dibiarkan tanpa tindak lanjut, dikhawatirkan jalan desa yang berada di atas plesengan itu akan ikut ambrol. Dengan begitu akses transportasi di desa itu akan terganggu.
Kepala DPU Pengairan Rachmad Waluyo melalui Kabid Pembangunan dan Pengendalian R. Oemar Sjarief mengatakan, meski Dam Jeruk di Sungai Pancarglagas merupakan wewenang DPU Pengairan Provinsi Jawa Timur, pihaknya tidak tinggal diam. Salah satunya dengan membangun bronjong darurat di bawah pintu air Dam Jeruk yang dibangun pada 1915 atau di masa kolonial Belanda itu.
Sedangkan plengsengan pada sisi barat, sudah dikoordinasikan dengan Balai Pengairan DPU Pengairan Provinsi Jawa Timur untuk memperbaiki. Pada tahun 2015 ini, plengsengan yang ambrol akan segera diperbaiki,”yang jelas kami sudah mengusulkan untuk perbaikan sungai tersebut. Rencananya akan diperbaiki pada tahun ini,”sebut Sjarief.(dc/fir)
Sabtu 10/01/2015
PAKUNIRAN – Plengsengan dibawah Dam Jeruk Sungai Pancar Glagas Desa Glagah Kecamatan Pakuniran Kabupaten Problinggo, mulai longsor akibat tergerus air yang debitnya tinggi.
Pada musim hujan tahun ini, masyarakat yang tinggal di sekitar Dam jeruk mulai resah, pasalnya diatakuti longsor yang terjadi disisi barat dan sisi timur itu semakin ambrol.
Sementara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Probolinggo, akan mengantisipasi hal tersebut meskipun masih bersifat sementara. Yakni akan membangun bronjong penahakn tebing khusus pada bagian timur. Jika tidak segera di atasi dihawatirkan jebol. Akibatnya tiga Kecamatan di
Kabupaten Probolingo, Kotaanyar, Paiton dan Pakuniran akan menglami puso.
Sementara sisi barat, belum dilakukan perbaikan. Plengsengan yang ada saat ini sudah longsor dengan lebar sekitar 10 meter dengan ketinggian 4 meter. Jika dibiarkan tanpa tindak lanjut, dikhawatirkan jalan desa yang berada di atas plesengan itu akan ikut ambrol. Dengan begitu akses transportasi di desa itu akan terganggu.
Kepala DPU Pengairan Rachmad Waluyo melalui Kabid Pembangunan dan Pengendalian R. Oemar Sjarief mengatakan, meski Dam Jeruk di Sungai Pancarglagas merupakan wewenang DPU Pengairan Provinsi Jawa Timur, pihaknya tidak tinggal diam. Salah satunya dengan membangun bronjong darurat di bawah pintu air Dam Jeruk yang dibangun pada 1915 atau di masa kolonial Belanda itu.
Sedangkan plengsengan pada sisi barat, sudah dikoordinasikan dengan Balai Pengairan DPU Pengairan Provinsi Jawa Timur untuk memperbaiki. Pada tahun 2015 ini, plengsengan yang ambrol akan segera diperbaiki,”yang jelas kami sudah mengusulkan untuk perbaikan sungai tersebut. Rencananya akan diperbaiki pada tahun ini,”sebut Sjarief.(dc/fir)



COMMENTS