Dicko Bromo FM Senin 26/01/2015 KRAKSAAN - Buah jeruk saat ini terbilang jarang. Namun, di Kota Kraksaan Kabupten Probolinggo, pad...
Dicko Bromo FM
Senin 26/01/2015
KRAKSAAN
- Buah jeruk saat ini terbilang jarang. Namun, di Kota Kraksaan
Kabupten Probolinggo, pada musim hujan kali ini sebagian besar pedagang
buah mulai memamerkan buah jeruk. Namun buah jeruk yang dijual tersebut
bukan buah dari Kabupaten Probolinggo, melainkan buah jeruk dari luar
daerah, yakni dari Jember.Pedagang yang menjual jeruk ,di pinggiran jalan raya Panglima Sudirman Kota Kraksaan tidak menggunakan bedak secara permanen. Namun mereka lebih tertarik menjualnya diatas mobil dengan bak terbuka. Bahkan untuk memikat para pembeli, para pedagang menggantungkan jeruk dari wilayah asalnya dengan bandrul harga yang sudah ditetapkan.
“Memang sengaja dipasang bandrol dan dipampang, tujuan agar pengendara ataupun pejalan kaki yang melintas tidak penasaran dan mengetahui besaran harga perkilogramnya,” kata Samsuri salah satu pedagang di pasar buah Semampir.
Menurutnya, dirinya menjual jeruk sudah berlangsung dua bulan kemarin. Harga untuk jeruk asal Semboro Kabupaten Jember itu dipatok Rp 8-10 ribu perkilogramnya. Yang menjadi besaran harga, ditentukan dari kuwalitas danbesaran jeruk yang diminati.“Pembeli ketika sudah membeli tidak usah tawar lagi tinggal pilih jeruk mana yang akan dibelinya,” terang Samsuri.
Ia mengaku, di Kabupten Probolinggo sendiri saat ini sangat sulit untuk mendapatkan buah jeruk, karena memang masih belum musimnya.”Sepertinya semua pedagang buah jeruk di Kabupaten Probolinggo ini rata-rata mengambil dari Jember nyaitu yang dinamakan jeruk semboro,”tambahnya.(dc/fir)


COMMENTS