Dicko : BromoFM Kamis 08/01/2015 KRAKSAAN-Di Kabupaten Probolinggo, pada musim penghujan tahun ini, banyak petani garam yang berubah halu...
Dicko : BromoFM
Kamis 08/01/2015
KRAKSAAN-Di Kabupaten Probolinggo, pada musim penghujan tahun ini, banyak petani garam yang berubah haluan, yang disebabkan adanya cuaca yang kurang mendukung. Semisal dari produksi garam berubah menjadi budidaya tambak ikan laut.
Seperti yang dilakoni oleh M.Ibnu Arroby, seorang pembudidaya kepiting di Desa Kebonagung Kecamatan Kraksaan, Kabupaten setempat. Dirinya saat ini mulai menebar kepiting gembos alias proses penggemukan kepiting, di lahan seluas sekitar 400 meter persegi miliknya.
Namun, dari usaha yang ia kelola saat ini masih terbilang resah. Pasalnya, untuk pembelian benih kepiting gembos lokal di Kabupaten Probolinggo, saat ini mengalami kelangkaan.
Menurut Roby, kelangkaan bibit kepiting itu sendiri, disebabkan karena mendekati Hari Raya Imlek. Selain itu, kelangkaan itu juga disebabkan, para pengepul yang biasanya memberi kebebasan kepada pembudidaya, untuk sat ini malah ditebar sendiri dilahannya.
“Para pengepul menebar sendiri dilahannya, mengingat mendekati Imlek nanti kepiting banyak diburu dipasaran dan restoran, harganyapun bisa menjadi dua kali lipat,”kata Roby saat ditemui ditambaknya.
Pria yang juga sebagai ketua Pokmas generasi usaha muda ini mengaku, dirinya harus mengumpulkan bibit kepiting dari para pengepul di daerah Bangil, itupun hasilnya tidak maksimal, serta harganyapun lebih mahal dari harga loka di Kabupaten Probolinggo.
“Biasanya dilahan yang saya kelola ini mampu menampung 3 kwintal bibit kepiting. Namun saat ini saya hanya mampu menebar benih sebanyak 16 kg. Dari benih yang hanya sedikit, hasilnya tidak seberapa. Sebab, termakan pembiayaan pakan dan pekerja,”tambahnya.(dc/fir)
Kamis 08/01/2015
KRAKSAAN-Di Kabupaten Probolinggo, pada musim penghujan tahun ini, banyak petani garam yang berubah haluan, yang disebabkan adanya cuaca yang kurang mendukung. Semisal dari produksi garam berubah menjadi budidaya tambak ikan laut.Seperti yang dilakoni oleh M.Ibnu Arroby, seorang pembudidaya kepiting di Desa Kebonagung Kecamatan Kraksaan, Kabupaten setempat. Dirinya saat ini mulai menebar kepiting gembos alias proses penggemukan kepiting, di lahan seluas sekitar 400 meter persegi miliknya.
Namun, dari usaha yang ia kelola saat ini masih terbilang resah. Pasalnya, untuk pembelian benih kepiting gembos lokal di Kabupaten Probolinggo, saat ini mengalami kelangkaan.
Menurut Roby, kelangkaan bibit kepiting itu sendiri, disebabkan karena mendekati Hari Raya Imlek. Selain itu, kelangkaan itu juga disebabkan, para pengepul yang biasanya memberi kebebasan kepada pembudidaya, untuk sat ini malah ditebar sendiri dilahannya.
“Para pengepul menebar sendiri dilahannya, mengingat mendekati Imlek nanti kepiting banyak diburu dipasaran dan restoran, harganyapun bisa menjadi dua kali lipat,”kata Roby saat ditemui ditambaknya.
Pria yang juga sebagai ketua Pokmas generasi usaha muda ini mengaku, dirinya harus mengumpulkan bibit kepiting dari para pengepul di daerah Bangil, itupun hasilnya tidak maksimal, serta harganyapun lebih mahal dari harga loka di Kabupaten Probolinggo.
“Biasanya dilahan yang saya kelola ini mampu menampung 3 kwintal bibit kepiting. Namun saat ini saya hanya mampu menebar benih sebanyak 16 kg. Dari benih yang hanya sedikit, hasilnya tidak seberapa. Sebab, termakan pembiayaan pakan dan pekerja,”tambahnya.(dc/fir)


COMMENTS