Dicko : BromoFM Kamis 29/01/2015 GENDING - Nasiya (55), warga Dusun Langai 1, Desa Bulang, Kecamatan Gending, mengidap tumor raksasa. ...
Dicko : BromoFM
Kamis 29/01/2015
GENDING - Nasiya (55), warga Dusun Langai 1, Desa Bulang, Kecamatan Gending, mengidap tumor raksasa. Namun, jauh sebelumnya oleh warga sekitarnya, ia disangka hamil meski usianya sudah tua. Ia tidak segera dioperasi karena takut meninggal dunia.
Saat ini kondisi nenek empat cucu tersebut sudah parah. Tumor yang menyerangnya sudah membesar, dengan volume kurang lebih 15 kilogram. Ia tak mampu untuk berdiri dan hanya terbaring ditempat tidur sejak 3 bulan yang lalu. Untuk duduk saja ia harus dibantu oleh anak dan suaminya. “Ibu selalu sesak jika bernafas. Kalau malam selalu merintih kesakitan,” ujar Sri Wahyuni (32), anak kedua Nasiya, kemarin (29/1).
“Takut dioperasi. Takut mati,” kata Nasiya dengan nafas tersengal-sengal.Hal itu dibenarkan Jusuf (58), suaminya. Menurutnya sekitar 2007 aparat desa setempat pernah ingin membawanya untuk opname dan menjalani operasi.
Terkait hal tersebut, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr Sri Wahjuni Dyahmartiningsih, mengatakan sekitar 5 hari yang lalu petugas Puskesmas Gending, sudah ke rumah Nasiya. Mereka bermaksud untuk merujuk Nasiya ke RSUD Waluyojati Kraksaan. Namun, karena tidak ada keputusan dari keluarga, maka petugas kemudian kembali ke Puskesmas.
Dyah mengatakan selama tidak ada persetujuan dari pihak penderita, maka Dinkes tidak dapat merujuk ke rumah sakit. Ia juga tidak memastikan apakah yang diderita Nasiya tersebut adalah tumor. Bisa jadi hal tersebut dikarenakan pembengkakan pada liver atau penumpukan cairan. “Tidak bisa memastikan hanya dengan melihat dari foto saja,” ujarnya.
Ia juga membantah kalau SKTM tidak berlaku lagi. SKTM menurutnya masih tetap berlaku dan Dinkes tetap mengganggarkannya tahun ini. Surat tersebut tetap berlaku selama belum ada keputusan untuk penghentian dari Bupati. Sebab, masih banyak rumah tangga yang tidak tercover BPJS PBI.
“Kami sudah meminta Puskesmas Gending untuk mendatangi lagi Nasiya. Namun, keputusan akhir tetap ada pada keluarga tersebut,” pungkasnya.
Kamis 29/01/2015
GENDING - Nasiya (55), warga Dusun Langai 1, Desa Bulang, Kecamatan Gending, mengidap tumor raksasa. Namun, jauh sebelumnya oleh warga sekitarnya, ia disangka hamil meski usianya sudah tua. Ia tidak segera dioperasi karena takut meninggal dunia.
Saat ini kondisi nenek empat cucu tersebut sudah parah. Tumor yang menyerangnya sudah membesar, dengan volume kurang lebih 15 kilogram. Ia tak mampu untuk berdiri dan hanya terbaring ditempat tidur sejak 3 bulan yang lalu. Untuk duduk saja ia harus dibantu oleh anak dan suaminya. “Ibu selalu sesak jika bernafas. Kalau malam selalu merintih kesakitan,” ujar Sri Wahyuni (32), anak kedua Nasiya, kemarin (29/1).
“Takut dioperasi. Takut mati,” kata Nasiya dengan nafas tersengal-sengal.Hal itu dibenarkan Jusuf (58), suaminya. Menurutnya sekitar 2007 aparat desa setempat pernah ingin membawanya untuk opname dan menjalani operasi.
Terkait hal tersebut, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr Sri Wahjuni Dyahmartiningsih, mengatakan sekitar 5 hari yang lalu petugas Puskesmas Gending, sudah ke rumah Nasiya. Mereka bermaksud untuk merujuk Nasiya ke RSUD Waluyojati Kraksaan. Namun, karena tidak ada keputusan dari keluarga, maka petugas kemudian kembali ke Puskesmas.
Dyah mengatakan selama tidak ada persetujuan dari pihak penderita, maka Dinkes tidak dapat merujuk ke rumah sakit. Ia juga tidak memastikan apakah yang diderita Nasiya tersebut adalah tumor. Bisa jadi hal tersebut dikarenakan pembengkakan pada liver atau penumpukan cairan. “Tidak bisa memastikan hanya dengan melihat dari foto saja,” ujarnya.
Ia juga membantah kalau SKTM tidak berlaku lagi. SKTM menurutnya masih tetap berlaku dan Dinkes tetap mengganggarkannya tahun ini. Surat tersebut tetap berlaku selama belum ada keputusan untuk penghentian dari Bupati. Sebab, masih banyak rumah tangga yang tidak tercover BPJS PBI.
“Kami sudah meminta Puskesmas Gending untuk mendatangi lagi Nasiya. Namun, keputusan akhir tetap ada pada keluarga tersebut,” pungkasnya.


COMMENTS