Dicko Bromo FM Rabu 21/01/2015 PAITON - Ratusan nelayan di tempat pelelangan ikan Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton Kabupaten ...
Dicko Bromo FM
Rabu 21/01/2015
PAITON
- Ratusan nelayan di tempat pelelangan ikan Desa Sumberanyar, Kecamatan
Paiton Kabupaten Probolinggo, sebagian besar nelayan yang masih tetap
melaut mengaku resah, meski turunnya harga BBM tidak berdampak apapun.
Namun mereka menganggap harga BBM saat ini selisih harga dibawah 10.000
rupiah per liter dan merupakan sebuah kebijakan tanggung dan setengah
hati.
Diketahui, harga BBM jenis premium turun seribu dari harga awal 7.600 menjadi 6.600 rupiah per liter. Sementara harga solar turun 850 dari sebelumnya 7.200 menjadi 6.400 rupiah per liter, sejak 19 januari 2005. Selisih penuruna harga ini dianggap terlalu kecil, padahal harga minyak terus anjlok hingga USD 45 per barel.
Para nelayan mengaku, bahwa sekali melaut, kapal tradisional yang digu nakan membutuhkan bahan bakar solar sebanyak 20 liter, sedangkan untuk kapal sleret membutuhkan 50 liter dalam sekali melaut.
“Saat ini kami sangat membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak, sedangkan di SPBU stok bahan bakar masih langka. Selain itu jangkauan untuk menangkap ikan lebih jauh jdari sebelumnya dan ikan susah untuk didapat,”kata Roni Satuki seorang nelayan.
Nelayan meminta pemerintah melakukan evaluasi terkait penuruna harga BBM, mereka berharap selisih penurunan harga BBM sampai 2.000 rupiah per liter, sehingga dapat meringankan biaya bahan bakar nelayan untuk menangkap ikan.(dc/fir)


COMMENTS