Dicko Bromo FM Rabu 10/12/2014 Probolinggo-Penanaman dua puluh ribu pohon mangrove, dilakukan ratusan siswa SMK kelautan bersama ...
Dicko Bromo FM
Rabu 10/12/2014
Probolinggo-Penanaman
dua puluh ribu pohon mangrove, dilakukan ratusan siswa SMK kelautan
bersama warga pesisir dan pemilik tambak udang, yang berada di Desa
Bayeman Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (10/12/2014)Penanaman pohon mangrove sebagai penahan gelombang laut, bertujuan untuk meminimalisir terjadinya abrasi di sepanjang pantai Probolinggo.
Langkah ini diprakarsai CSR PT. Matahari Sakti untuk mendukung langkah masyarakat pesisir pantai, yang mulai menyadari manfaat pohon mangrove bagi kelestarian alam.
Menurut Abdul Hasan, ketua kelompok pengawas masyarakat (Pokmaswas) nelayan setempat, sejak tahun 2012 lalu warga masyarakat pesisir pantai Bayeman Tongas Probolinggo, telah menanam pohon mangrove mencapai seratus ribu batang. Penanaman dilakukan secara bertahap per-tahun, agar bibit mangrove yang ditanam tak mudah rusak oleh arus gelombang laut.
“Selain itu, masih butuh dana tambahan selain dana yang diperoleh dari bantuan CSR maupun swadaya masyarakat. Karena pohon mangrove lebih sulit pada proses perawatannya dibandingkan saat penanaman,”sebut Hasan.
Penanaman puluhan ribu pohon mangrove tersebut, diawasi langsung Puspita Dewi Prijadi, Presiden direktur PT. Matahari Sakti selaku pemilik puluhan hektar tambak udang di area pesisir pantai sekaligus penyandang dana. M. Bisri, Rektor Universitas Brawijaya. Dan Bupati Probolinggo Hj.P.Tantriana Sari,SE.
Menurut M. Bisri, penanaman pohon mangrove secara tradisional seperti ini, justru lebih efektif dengan hasil baik, dibandingkan dengan cara penanaman lainnya. Namun, kelemahan cara tanam tradisional ini, ada pada perawatan dan penjagaan bibit pohon mangrove yang mudah roboh saat tersapu gelombang laut.
Sementara itu, Puspita Dewi, Presiden Direktur PT. Matahari Sakti, dirinya akan terus mendukung langkah dan upaya masyarakat pesisir pantai, untuk penanaman pohon mangrove di lokasi berbeda.(dc/fir)


COMMENTS