Dicko : BromoFM Kamis 11/12/2014 KRAKSAAN – Seminar Agriculture Labour Practice dan Education for All bersama STAPA Center bekerjasama...
Dicko : BromoFM
Kamis 11/12/2014
KRAKSAAN – Seminar Agriculture Labour Practice dan Education for All bersama STAPA Center bekerjasama dengan KBM Kedung Makmur yang digelar di Aula Soponyono Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (11/12/2014). Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pelindungan hak-hak anak di area pertanian dan perkebunan.
Seminar yang bertema “Peningkatan Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan Dalam Upaya MengurangiPekerja Anak di Area Pertanian Tembakau di 5 Kabupaten” ini dihadiri oleh 100 orang peserta di masing-masing wilayah, total peserta sebanyak 500 orang. Peserta seminar terdiri dari perwakilan Kelompok Petani (Poktan) dari daerah sekitar wilayah program, organisasi perempuan, LSM peduli anak, Instansi terkait, NGO pendampi ng petani.
Narasunber dan Moderator dalam kseminar terdiri dari dari wakil pemerintahan yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Probolinggo, LPM STAI Ibrahimy Banyuwangi dan KBM Kedung Makmur Desa Kedung Caluk, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.
Farida Hanum, Program Manager STAPA Center, menyikapi masih rendahnya tingkat pendidikan anak di Jawa Timur, khususnya di area pertanian dan perkebunan. STAPA Center bersama dengan Sampoerna berkomitmen untuk terus berupaya agar anak-anak dapat memenuhi kebutuhan dan hak-haknya, yaitu antara lain hak hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang serta hak-hak atas pendidikan kerena bagaimanapun ananknak adalag masa depan kita. “Itu yang menjadi komitmen kami,” ujarnya Kamis (11/12)
Menurut Farida, berdasarkan laporan Understanding Children Work (UWC) tahun 2012, jumlah pekerja anak di Indonesia berusia 7-14 tahun sebanyak2,3 juta. Sebanyak 58,0 persen anak-anak bekerjadi sektor pertanian. Fenomena dalam keterlibatan anak-anak di sektor pernaian ini memerlukan perhatian dari berbagai pihak mengingat pekerjaan kdi sektor pertanian memiliki risiko berkaitan dengan penggunaan bahan kimia (pastisida dan pupuk), mesin besar dan atau alat-alat yang berbahaya serta kondisi iklim yang ekstrim.Dan secara sosial anak-anak bisa kehilangan kesempatan dalam mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Selain itu masih lanjut Farida, Sejak tahun 1999 Indonesian telah berkomitmen melakukan tindakan pengurangan dan penghapusan pekerja anak. Menurut ILO, sepuluh tahun terkahir upaya Isndonesia dalam mengurangi pekerjaan anak termasuk sangat dinamis.
Dijelaskannya, salah satu factor kunci dalam enurunan angka pekerja anak adalah pendidikan. Maka dalam upaya meningkatkan pemenuhan hak anak atas pendidikan STAPA Center bekerja sama dengam Kelompok Belajar Masyarakat (KBM/CLG) di dukung oleh CSR TP HM Sampoerna,Tbk.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong keluarga petani tembakau lebih memperhatikan pendidikan bagi anak dan pemerintah meningkatkan akses terhadap pendidikan bagi anak-anak keluarga petani tembakau,”tukas Farida.(dc/fir)
Kamis 11/12/2014
KRAKSAAN – Seminar Agriculture Labour Practice dan Education for All bersama STAPA Center bekerjasama dengan KBM Kedung Makmur yang digelar di Aula Soponyono Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (11/12/2014). Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pelindungan hak-hak anak di area pertanian dan perkebunan.
Seminar yang bertema “Peningkatan Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan Dalam Upaya MengurangiPekerja Anak di Area Pertanian Tembakau di 5 Kabupaten” ini dihadiri oleh 100 orang peserta di masing-masing wilayah, total peserta sebanyak 500 orang. Peserta seminar terdiri dari perwakilan Kelompok Petani (Poktan) dari daerah sekitar wilayah program, organisasi perempuan, LSM peduli anak, Instansi terkait, NGO pendampi ng petani.
Narasunber dan Moderator dalam kseminar terdiri dari dari wakil pemerintahan yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Probolinggo, LPM STAI Ibrahimy Banyuwangi dan KBM Kedung Makmur Desa Kedung Caluk, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.
Farida Hanum, Program Manager STAPA Center, menyikapi masih rendahnya tingkat pendidikan anak di Jawa Timur, khususnya di area pertanian dan perkebunan. STAPA Center bersama dengan Sampoerna berkomitmen untuk terus berupaya agar anak-anak dapat memenuhi kebutuhan dan hak-haknya, yaitu antara lain hak hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang serta hak-hak atas pendidikan kerena bagaimanapun ananknak adalag masa depan kita. “Itu yang menjadi komitmen kami,” ujarnya Kamis (11/12)
Menurut Farida, berdasarkan laporan Understanding Children Work (UWC) tahun 2012, jumlah pekerja anak di Indonesia berusia 7-14 tahun sebanyak2,3 juta. Sebanyak 58,0 persen anak-anak bekerjadi sektor pertanian. Fenomena dalam keterlibatan anak-anak di sektor pernaian ini memerlukan perhatian dari berbagai pihak mengingat pekerjaan kdi sektor pertanian memiliki risiko berkaitan dengan penggunaan bahan kimia (pastisida dan pupuk), mesin besar dan atau alat-alat yang berbahaya serta kondisi iklim yang ekstrim.Dan secara sosial anak-anak bisa kehilangan kesempatan dalam mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Selain itu masih lanjut Farida, Sejak tahun 1999 Indonesian telah berkomitmen melakukan tindakan pengurangan dan penghapusan pekerja anak. Menurut ILO, sepuluh tahun terkahir upaya Isndonesia dalam mengurangi pekerjaan anak termasuk sangat dinamis.
Dijelaskannya, salah satu factor kunci dalam enurunan angka pekerja anak adalah pendidikan. Maka dalam upaya meningkatkan pemenuhan hak anak atas pendidikan STAPA Center bekerja sama dengam Kelompok Belajar Masyarakat (KBM/CLG) di dukung oleh CSR TP HM Sampoerna,Tbk.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong keluarga petani tembakau lebih memperhatikan pendidikan bagi anak dan pemerintah meningkatkan akses terhadap pendidikan bagi anak-anak keluarga petani tembakau,”tukas Farida.(dc/fir)


COMMENTS