Dicko : BromoFM Jum'at 26/12/2014 KRAKSAAN -Tidak lama lagi, malam perayaan pergantian tahun segera tiba. Perayaan pergantian tahun...
Dicko : BromoFM
Jum'at 26/12/2014
KRAKSAAN-Tidak lama lagi, malam perayaan pergantian tahun segera tiba. Perayaan pergantian tahun yang rutin dirayakan oleh seluruh masyarkat, telah menjadi tradisi dengan meniup lengkingan suara terompet serta pesta kembang api akan kembali menghiasi di berbagai daerah. Dengan moment ini, tiba saatnya bagi penjual terompet berburu rejeki di pinggiran jalan raya. Bahkan mulai saat ini, di alun-alun Kota Kraksaan penjual terompet musiman mulai berdatangan.
Salah satu penjual terompet yang mangkal di alun-alun Kota Kraksaan, yakni Yusuf mengaku, dirinya melakukan pemburuan rejekinya dengan menjual terompet. Ia mengaku, setiap menjelang parayaan tahun baru menjadi saat tepat untuk menjadi pedagang musiman sebagai penjual terompet.
Pria asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, ini mangku sudah puluhan tahun sebagai penjual terompet musiman, ia pun berkeliling ke Desa-Desa dan Kota-Kota Kecil di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Bahkan, dirinya berjualan terompet hingga ke luar daerah yakni ke daerah Lumajang.
“Saya berjualan keliling, kadang dua hari di Kota Probolinggo, dua hari di Kabupaten Probolinggo, dan beberapa hari di Lumajang. Setiap hari saya harus berkeliling, karena harus mengjar waktu. Sebelum perayaan malam tahun baru,”ucap Yusuf.
Ia mengatakan, terompet yang ai jual dengan hasil karyanya sendiri, h anya saja bahan-bahannya ia masih harus membeli ke Surabaya, setiap malam ia harus lembur merakit terompet denganb berbagi model dan warna. Harga jualnya pun berfariasi, mulai dari harga Rp 10.00-Rp 15.000 hingga Rp 25.000.
“Kalau masih H-7 perayaan tahun baru pembelinya masih dominasi anak kecil, tapi kalau sudah malam tahun baru, selian anak-anak, pembelinya juga di dominasi orang dewasa,”tukasnya.(dc/fir)
Jum'at 26/12/2014
KRAKSAAN-Tidak lama lagi, malam perayaan pergantian tahun segera tiba. Perayaan pergantian tahun yang rutin dirayakan oleh seluruh masyarkat, telah menjadi tradisi dengan meniup lengkingan suara terompet serta pesta kembang api akan kembali menghiasi di berbagai daerah. Dengan moment ini, tiba saatnya bagi penjual terompet berburu rejeki di pinggiran jalan raya. Bahkan mulai saat ini, di alun-alun Kota Kraksaan penjual terompet musiman mulai berdatangan.
Salah satu penjual terompet yang mangkal di alun-alun Kota Kraksaan, yakni Yusuf mengaku, dirinya melakukan pemburuan rejekinya dengan menjual terompet. Ia mengaku, setiap menjelang parayaan tahun baru menjadi saat tepat untuk menjadi pedagang musiman sebagai penjual terompet.
Pria asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, ini mangku sudah puluhan tahun sebagai penjual terompet musiman, ia pun berkeliling ke Desa-Desa dan Kota-Kota Kecil di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Bahkan, dirinya berjualan terompet hingga ke luar daerah yakni ke daerah Lumajang.
“Saya berjualan keliling, kadang dua hari di Kota Probolinggo, dua hari di Kabupaten Probolinggo, dan beberapa hari di Lumajang. Setiap hari saya harus berkeliling, karena harus mengjar waktu. Sebelum perayaan malam tahun baru,”ucap Yusuf.
Ia mengatakan, terompet yang ai jual dengan hasil karyanya sendiri, h anya saja bahan-bahannya ia masih harus membeli ke Surabaya, setiap malam ia harus lembur merakit terompet denganb berbagi model dan warna. Harga jualnya pun berfariasi, mulai dari harga Rp 10.00-Rp 15.000 hingga Rp 25.000.
“Kalau masih H-7 perayaan tahun baru pembelinya masih dominasi anak kecil, tapi kalau sudah malam tahun baru, selian anak-anak, pembelinya juga di dominasi orang dewasa,”tukasnya.(dc/fir)



COMMENTS