Dicko : BromoFM Sabtu 27/12/2014 DRINGU – Sebuah terobosan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probolinggo, yakni merubah samp...
Dicko : BromoFM
Sabtu 27/12/2014
DRINGU – Sebuah terobosan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probolinggo, yakni merubah sampah menjadi sebuah produk kreatif dan memberikan keuntungan. Paradigma itulah yang muncul dalam lomba Audisi Kader Lingkungan Gerakan Olah Sampah Jadi Berkah (Gema Sajadah)
Audisi Kader Lingkungan ini diikuti sembilan Sekolah Adiwiyata atau calon Adiwiyata se-Kabupaten Probolinggo. Yakni, SMAN 1 Krucil, SMAN Tunas Luhur Paiton, SMKN 1 Kraksaan, SMAN 1 Kraksaan, MAN Pajarakan, SMAN 1 Dringu, SMAN 1 Sukapura, SMAN 1 Gading dan SMAN 1 Gending.
Kader lingkungan dari masing-masing sekolah mempresentasikan kampanye tentang lingkungan. Salah satunya olah sampah jadi berkah. Salah satu peserta, Aurora Precila Mambo dari SMAN 1 Krucil mengangkat tema bersahabat dengan sampah. Dalam paparannya, dia mengubah sampah koran dan kain perca menjadi produk kreatif. Aurora akhirnya keluar sebagai juara pertama.
Juara kedua, Muhammad Latiful Fuad dari SMAN 1 Gending membuat pot dari jerami. Katanya, pot dari gerabah yang pecah akan menjadi sampah. Sementara, pot dari jerami jika pecah akan jadi kompos.
Dan, juara ketiga, Devi Aprilia R mempresentasikan cara mengubah kotoran sapi menjadi energi alternatif. Suasana agak berbeda saat giliran Sugeng dari MAN 1 Pajarakan maju. Dengan gaya khasnya, Sugeng mampu membuat penonton terpingkal-pingkal. Sebab, gaya Sugeng berapi-api. “Lagi-lagi sampah, lagi-lagi sampah” begitulah tagline yang diucapkan siswa asal Krucil tersebut.
Usai Lomba Audisi Kader Lingkungan, acara dilanjutkan dengan lomba paduan suara. Lomba paduan suara juga diikuti sekolah Adiwiyata atau calon Adiwiyata. Pesertanya dibagi dalam dua kelas, yakni tingkat SMA dan SMP se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala BLH Kabupaten Probolinggo Donny Adianto mengatakan Audisi Kader Lingkungan dan lomba paduan suara mendorong kreativitas warga sekolah Adiwiyata, khususnya anak didik untuk meningkatkan pelestarian lingkungan melalui seni atau budaya. Juga meningkatkan partisipasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Khususnya, sampah.
“Apa yang dilakukan siswa-siswa ini kami harapkan bisa menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.(dc/fir)
Sabtu 27/12/2014
DRINGU – Sebuah terobosan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probolinggo, yakni merubah sampah menjadi sebuah produk kreatif dan memberikan keuntungan. Paradigma itulah yang muncul dalam lomba Audisi Kader Lingkungan Gerakan Olah Sampah Jadi Berkah (Gema Sajadah)
Audisi Kader Lingkungan ini diikuti sembilan Sekolah Adiwiyata atau calon Adiwiyata se-Kabupaten Probolinggo. Yakni, SMAN 1 Krucil, SMAN Tunas Luhur Paiton, SMKN 1 Kraksaan, SMAN 1 Kraksaan, MAN Pajarakan, SMAN 1 Dringu, SMAN 1 Sukapura, SMAN 1 Gading dan SMAN 1 Gending.
Kader lingkungan dari masing-masing sekolah mempresentasikan kampanye tentang lingkungan. Salah satunya olah sampah jadi berkah. Salah satu peserta, Aurora Precila Mambo dari SMAN 1 Krucil mengangkat tema bersahabat dengan sampah. Dalam paparannya, dia mengubah sampah koran dan kain perca menjadi produk kreatif. Aurora akhirnya keluar sebagai juara pertama.
Juara kedua, Muhammad Latiful Fuad dari SMAN 1 Gending membuat pot dari jerami. Katanya, pot dari gerabah yang pecah akan menjadi sampah. Sementara, pot dari jerami jika pecah akan jadi kompos.
Dan, juara ketiga, Devi Aprilia R mempresentasikan cara mengubah kotoran sapi menjadi energi alternatif. Suasana agak berbeda saat giliran Sugeng dari MAN 1 Pajarakan maju. Dengan gaya khasnya, Sugeng mampu membuat penonton terpingkal-pingkal. Sebab, gaya Sugeng berapi-api. “Lagi-lagi sampah, lagi-lagi sampah” begitulah tagline yang diucapkan siswa asal Krucil tersebut.
Usai Lomba Audisi Kader Lingkungan, acara dilanjutkan dengan lomba paduan suara. Lomba paduan suara juga diikuti sekolah Adiwiyata atau calon Adiwiyata. Pesertanya dibagi dalam dua kelas, yakni tingkat SMA dan SMP se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala BLH Kabupaten Probolinggo Donny Adianto mengatakan Audisi Kader Lingkungan dan lomba paduan suara mendorong kreativitas warga sekolah Adiwiyata, khususnya anak didik untuk meningkatkan pelestarian lingkungan melalui seni atau budaya. Juga meningkatkan partisipasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Khususnya, sampah.
“Apa yang dilakukan siswa-siswa ini kami harapkan bisa menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.(dc/fir)



COMMENTS