Dicko : BromoFM Sabtu 13/12/2014 PAJARAKAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan Musyawarah Kerja Kepa...
Dicko : BromoFM
Sabtu 13/12/2014
PAJARAKAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Zainul Hasan 1 Genggong Kecamatan Pajarakan. Pelatihan itu diikuti 40 Kepala SMP, 40 Kepala SMA dan 40 Kepala SMK.
Kepala Dispendik Tutug Edi Utomo melalui Kasi SMA/SMK Aries Susilo mengungkapkan, pelatihan MKKS ini dimaksudkan supaya para Kepala SMP, SMA dan SMK memiliki pemahaman yang utuh tentang tugas profesional sebagai pendidik yang meliputi dimensi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.
“Pelatihan MKKS ini bertujuan agar para kepala sekolah dapat menyusun evaluasi diri, rencana PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) dan rencana final PKB. Selain itu dapat menggunakan aplikasi PKG (Penilaian Kinerja Guru), menilai guru dengan aplikasi serta membuat video pembelajaran,” ungkapnya.
Pria kelahiran Trenggalek, 29 Maret 1962 ini menjelaskan, PKG dan PKB merupakan dua hal yang sangat urgen dibutuhkan guru-guru. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan tugas profesional sebagai pendidik yang harus memenuhi dimensi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.(dc/fir)
Sabtu 13/12/2014
PAJARAKAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Zainul Hasan 1 Genggong Kecamatan Pajarakan. Pelatihan itu diikuti 40 Kepala SMP, 40 Kepala SMA dan 40 Kepala SMK.Kepala Dispendik Tutug Edi Utomo melalui Kasi SMA/SMK Aries Susilo mengungkapkan, pelatihan MKKS ini dimaksudkan supaya para Kepala SMP, SMA dan SMK memiliki pemahaman yang utuh tentang tugas profesional sebagai pendidik yang meliputi dimensi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.
“Pelatihan MKKS ini bertujuan agar para kepala sekolah dapat menyusun evaluasi diri, rencana PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) dan rencana final PKB. Selain itu dapat menggunakan aplikasi PKG (Penilaian Kinerja Guru), menilai guru dengan aplikasi serta membuat video pembelajaran,” ungkapnya.
Pria kelahiran Trenggalek, 29 Maret 1962 ini menjelaskan, PKG dan PKB merupakan dua hal yang sangat urgen dibutuhkan guru-guru. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan tugas profesional sebagai pendidik yang harus memenuhi dimensi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.(dc/fir)


COMMENTS