Dicko : BromoFM Minggu 14/12/2014 MENYIKAPI kedatangan musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo meme...
Dicko : BromoFM
Minggu 14/12/2014
MENYIKAPI kedatangan musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memetakan daerah rawan bencana. Pasalnya di musim penghujan, Kabupaten Probolinggo masuk dalam daerah rawan banjir, longsor, angin puting beliung dan abrasi.
“Saat ini kami sudah melakukan pemetaan terhadap beberapa daerah rawan banjir, longsor dan abrasi agar lebih mudah dalam melakukan penanganan ketika bencana tersebut terjadi. Kami telah mengkoordinasikan seluruh relawan bersiap dan bersiaga,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
Mantan Camat Dringu ini menjelaskan, daerah rawan bencana dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan kepadatan penduduk. “Untuk penduduk di atas 1.000 KK masuk tinggi, kisaran 500 hingga 1.000 KK masuk menengah dan di bawah 500 KK masuk rendah,” jelasnya.
Daerah yang masuk rawan banjir meliputi beberapa desa di Kecamatan Besuk, Gading, Paiton, Pakuniran, Dringu, Gending, Kraksaan, Sumberasih, Tongas, Krejengan, Leces, Banyuanyar.
Daerah tanah longsor meliputi beberapa desa di Kecamatan Gading, Kotaanyar, Krucil, Bantaran, Banyuanyar, Lumbang, Maron, Paiton, Pakuniran, Besuk, Dringu, Tongas dan Wonomerto. Sementara daerah rawan abrasi meliputi beberapa desa di Kecamatan Sumberasih, Gending, Dringu, Pajarakan, Paiton, Kraksaan dan Tongas.
“Dari hasil pemetaan ini kami bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana agar senantiasa hati-hati, terutama pada saat intensitas hujan tinggi,” terangnya.
Dengan adanya pemetaan daerah rawan bencana ini pria kelahiran Probolinggo, 24 Juli 1969 ini berharap, agar nantinya relawan dari berbagai organisasi dapat melakukan antisipasi dengan baik dan melakukan penanganan dini dengan cepat. “Mudah-mudahan pemetaan daerah rawan bencana ini membantu relawan dan instansi terkait dalam melakukan antisipasi dan penanganan bencana,” harapnya.(dc/fir)
Minggu 14/12/2014
MENYIKAPI kedatangan musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memetakan daerah rawan bencana. Pasalnya di musim penghujan, Kabupaten Probolinggo masuk dalam daerah rawan banjir, longsor, angin puting beliung dan abrasi.“Saat ini kami sudah melakukan pemetaan terhadap beberapa daerah rawan banjir, longsor dan abrasi agar lebih mudah dalam melakukan penanganan ketika bencana tersebut terjadi. Kami telah mengkoordinasikan seluruh relawan bersiap dan bersiaga,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
Mantan Camat Dringu ini menjelaskan, daerah rawan bencana dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan kepadatan penduduk. “Untuk penduduk di atas 1.000 KK masuk tinggi, kisaran 500 hingga 1.000 KK masuk menengah dan di bawah 500 KK masuk rendah,” jelasnya.
Daerah yang masuk rawan banjir meliputi beberapa desa di Kecamatan Besuk, Gading, Paiton, Pakuniran, Dringu, Gending, Kraksaan, Sumberasih, Tongas, Krejengan, Leces, Banyuanyar.
Daerah tanah longsor meliputi beberapa desa di Kecamatan Gading, Kotaanyar, Krucil, Bantaran, Banyuanyar, Lumbang, Maron, Paiton, Pakuniran, Besuk, Dringu, Tongas dan Wonomerto. Sementara daerah rawan abrasi meliputi beberapa desa di Kecamatan Sumberasih, Gending, Dringu, Pajarakan, Paiton, Kraksaan dan Tongas.
“Dari hasil pemetaan ini kami bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana agar senantiasa hati-hati, terutama pada saat intensitas hujan tinggi,” terangnya.
Dengan adanya pemetaan daerah rawan bencana ini pria kelahiran Probolinggo, 24 Juli 1969 ini berharap, agar nantinya relawan dari berbagai organisasi dapat melakukan antisipasi dengan baik dan melakukan penanganan dini dengan cepat. “Mudah-mudahan pemetaan daerah rawan bencana ini membantu relawan dan instansi terkait dalam melakukan antisipasi dan penanganan bencana,” harapnya.(dc/fir)


COMMENTS