Dicko : BromoFM Sabtu 22/11/2014 HINGGA Oktober 2014 lalu, Kabupaten Probolinggo sudah surplus garam konsumsi sebesar 6.020 ton. Berd...
Dicko : BromoFM
Sabtu 22/11/2014
Sabtu 22/11/2014
HINGGA Oktober 2014 lalu, Kabupaten Probolinggo sudah surplus garam konsumsi sebesar 6.020 ton. Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo, produksi garam rakyat tahun 2014 (hingga Oktober) sebesar 18.254 ton. Jumlah ini dapat mencukupi kebutuhan garam konsumsi yang mencapai 12.234 ton.
Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengungkapkan, setelah dikurangi kebutuhan masyarakat, ada kelebihan produksi garam komsumsi sebesar 6.020 ton dari kebutuhan masyarakat. Produksi ini meningkat dibandingkan dengan capaian tahun 2013 yang mencapai 11.515 ton.
“Karena sudah surplus garam, maka kami tidak melakukan impor garam konsumsi. Sebab impor garam akan semakin melemahkan harga garam rakyat. Hanya saja untuk garam industri yang memiliki spesifikasi tinggi (NaCl minimal 97%) yang diproses lebih lanjut sesuai dengan spesifikasi industri yang diperlukan dan belum dapat diproduksi di dalam negeri masih tetap impor,” ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo ini menjelaskan, produksi garam rakyat perlu ditingkatkan kualitasnya agar harganya lebih baik. Sebab jika harganya naik, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat.
“Peningkatan kualitas dan kuantitas produk garam rakyat dilakukan dengan penataan tambak, penerapan teknologi geomembran serta penyiapan infrastruktur primer dan sekunder untuk menunjang aksesibilitas. Selain itu, petani garam dapat membentuk koperasi atau kelembagaan berbadan hukum untuk mendorong optimalisasi penyerapan garam rakyat,” pungkasnya.(dc/fir)


COMMENTS