Dicko : BromoFM Senin 17/11/2014 BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) k...
Dicko : BromoFM
Senin 17/11/2014
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan erupsi Gunung Bromo dan antisipasi banjir di Kabupaten Probolinggo.
Rakor diikuti Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, Bagian Organisasi, ORARI, SAR, Dinas Sosial, 3 (tiga) PU (Bina Marga, Cipta Karya dan Pengairan), Dinas Perhubungan, PMI, Tagana serta Kecamatan Sukapura, Lumbang dan Sumber.
Kegiatan itu hanya difokuskan pada wilayah sekitar Gunung Bromo. Sebab wilayah tersebut dinilai rentan bencana semisal erupsi, longsor dan banjir. Rakor bertujuan membuat pedoman penanganan bencana yang cepat dan efektif.
Hal ini sebagai dasar mobilisasi sumber daya pemangku kepentingan (stakeholder) atau kemampuan masing-masing tim yang mengambil peran dalam menyusun rencana kontinjensi serta menyelaraskan wewenang institusi pelaksana tentang siapa yang melakukan apa, saat kapan, di mana dan bagaimana pelaksanaanya. Karena jika terjadi bencana, membutuhkan penanganan yang singkat dan cepat.
Kepala Pelaksana BPBD Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan, rakor bertujuan untuk mengetahui ketersediaan peralatan dan obat-obatan dalam menghadapi bencana alam tersebut. Serta menjalin koordinasi antara satuan kerja terkait atau tim yang terlibat dalam penangganan bencana agar tidak terjadi miss komunikasi dan tidak saling lempar tanggung jawab nantinya, karena ini merupakan tanggung jawab bersama.
“Dengan terjalin komunikasi yang baik antar tim, bukan tidak mungkin bencana alam yang terjadi dapat tertangani secara cepat, baik itu proses evakuasi maupun pembenahan kerusakan yang terjadi karena bencana,” ungkapnya.(dc/fir)
Senin 17/11/2014
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan erupsi Gunung Bromo dan antisipasi banjir di Kabupaten Probolinggo.
Rakor diikuti Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, Bagian Organisasi, ORARI, SAR, Dinas Sosial, 3 (tiga) PU (Bina Marga, Cipta Karya dan Pengairan), Dinas Perhubungan, PMI, Tagana serta Kecamatan Sukapura, Lumbang dan Sumber.
Kegiatan itu hanya difokuskan pada wilayah sekitar Gunung Bromo. Sebab wilayah tersebut dinilai rentan bencana semisal erupsi, longsor dan banjir. Rakor bertujuan membuat pedoman penanganan bencana yang cepat dan efektif.
Hal ini sebagai dasar mobilisasi sumber daya pemangku kepentingan (stakeholder) atau kemampuan masing-masing tim yang mengambil peran dalam menyusun rencana kontinjensi serta menyelaraskan wewenang institusi pelaksana tentang siapa yang melakukan apa, saat kapan, di mana dan bagaimana pelaksanaanya. Karena jika terjadi bencana, membutuhkan penanganan yang singkat dan cepat.
Kepala Pelaksana BPBD Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan, rakor bertujuan untuk mengetahui ketersediaan peralatan dan obat-obatan dalam menghadapi bencana alam tersebut. Serta menjalin koordinasi antara satuan kerja terkait atau tim yang terlibat dalam penangganan bencana agar tidak terjadi miss komunikasi dan tidak saling lempar tanggung jawab nantinya, karena ini merupakan tanggung jawab bersama.
“Dengan terjalin komunikasi yang baik antar tim, bukan tidak mungkin bencana alam yang terjadi dapat tertangani secara cepat, baik itu proses evakuasi maupun pembenahan kerusakan yang terjadi karena bencana,” ungkapnya.(dc/fir)



COMMENTS