Dicko Bromo FM Sabtu 08/11/2014 PROBOLINGGO – Dalam rangka menggali potensi yang dimiliki kaum perempuan, Pemerintah Kabupaten (...
Dicko Bromo FM
Sabtu 08/11/2014
PROBOLINGGO
– Dalam rangka menggali potensi yang dimiliki kaum perempuan,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan
Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) bekerja sama dengan Tim
Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo
menggelar Seminar Pengembangan Diri dan Kepribadian di Pendopo Kabupaten
Probolinggo, Kamis (6/11).
Seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun 2014 ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Hj. Yuni Nawi, Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jatim Hj. Rahmi Aida Iskandar dan Pemerhati Pendidikan Jatim Christina Sahertian.
Kegiatan ini diikuti oleh 200 perempuan di Kabupaten Probolinggo. Mereka berasal dari Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Ketua DWP Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo.
“Perempuan harus bisa menjadi agen dalam pemberdayaan perempuan. Sebab, ditangan para perempuan mandirilah pembangunan masyarakat di Kabupaten Probolinggo bisa maju dan berkembang. Karena itu, segala potensi yang dimiliki perempuan harus terus digali,” ungkap Hj. Nunung Timbul Prihanjoko.
Sementara Kepala BPPKB Endang Astuti melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan Amalia Etiq Primahayu menegaskan seminar ini diharapkan bisa melahirkan perempuan-perempuan mandiri di Kabupaten Probolinggo. Termasuk, menggali segala potensi yang dimiliki perempuan.
“Selain itu bisa memberikan bekal untuk ditularkan kepada perempuan-perempuan lain di Kabupaten Probolinggo sesuai dengan potensi masing-masing daerahnya,” ujarnya.
Istri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo ini menambahkan di zaman modern seperti sekarang, perempuan sudah menjadi pilar kemajuan daerah. “Karena itu, perempuan harus bisa menyesuaikan diri agar bisa berperan baik di keluarga, pekerjaan dan masyarakat,” tegasnya.
Sementara kedua narasumber banyak menekankan tentang poin penting pengembangan diri bagi perempuan di Kabupaten Probolinggo. Seperti menurut Christina, butuh kemauan dan kemampuan untuk mendorong diri berkembang dan berubah ke arah yang lebih baik.
“Diantaranya, perempuan harus tahu kemampuan yang dimiliki. Termasuk kelemahan, kelebihan, peluang dan ancaman dalam dirinya,” kata perempuan yang juga Dosen Universitas Merdeka (Unmer) Malang itu.(dc/fir)



COMMENTS