Dicko : BromoFM Senin 17/11/2014 PRODUKSI garam melalui program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) di Kabupaten Probolinggo ta...
Dicko : BromoFM
Senin 17/11/2014
Senin 17/11/2014
PRODUKSI garam melalui program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) di Kabupaten Probolinggo tahun 2014 (hingga Oktober) mencapai 18.254 ton. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai 11.515 ton.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengungkapkan, program Pugar dilaksanakan mulai tahun 2011-2014. Keberhasilan yang dicapai selama empat tahun tersebut adalah tidak ada lagi garam impor untuk konsumsi. “Tetapi untuk industri masih impor. Program ke depan adalah tidak ada lagi impor garam untuk industri,” ungkapnya.
Sebelum adanya program Pugar jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo ini, pemberdayaan garam rakyat dibiarkan begitu saja oleh pemerintah. Hal ini yang membuat produksi garam rakyat di Kabupaten Probolinggo tidak stabil.
“Tetapi setelah adanya program Pugar, usaha garam rakyat terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun batasannya, kami hanya sampai kepada penyediaan stok garam dan tidak sampai iodisasi. Sebab itu merupakan kewenangan dari Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan),” jelasnya.
Pria kelahiran Jakarta, 27 Desember 1961 ini menegaskan pengembangan usaha garam rakyat di Kabupaten Probolinggo tersebar di Desa Randutatah (Kecamatan Paiton), Desa Kebonagung, Sidopekso, Kalibuntu dan Asembagus (Kecamatan Kraksaan), Desa Penambangan dan Sukokerto (Kecamatan Pajarakan) dan Desa Klaseman, Pesisir, Gending, Pajurangan dan Curahsawo (Kecamatan Gending).
“Luas lahan sentra garam di Kabupaten Probolinggo tahun 2014 mencapai 382,235 hektar dengan jumlah petambak garam 538 orang. Mereka tergabung dalam 60 kelompok,” pungkasnya.(dc/fir)



COMMENTS