Dicko : BromoFM Kamis 06/11/2014 PROBOLINGGO - Puluhan hektar tanaman bawang merah petani di Kabupaten Probolinggo, rusak akibat di...
Dicko : BromoFM
Kamis 06/11/2014
PROBOLINGGO - Puluhan hektar tanaman bawang merah petani di Kabupaten Probolinggo, rusak akibat diserang hama ulat. Hama ini menyerang pucuk daun, sehingga daun bawang merah kering dan putus. Upaya pengendalian dengan penyemprotan pestisida sudah dilakukan, namun hasilnya belum maksimal. Kondisi ini membuat kualitas dan hasil panen bawang merah petani menurun, padahal harga bawang merah saat ini sedang menanjak.Probolinggo - Tanaman bawang merah petani Desa Tamansari, Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, rusak pasca diserang hama ulat daun.
Sebelumnya, anomali cuaca saat musim tanam dua bulan lalu, sempat menghambat pertumbuhan tanaman, namun saat mulai memasuki masa panen, justru diserang ulat, yang memakan pucuk-pucuk daun.
Amirudin (40) seorang petani bawang menuturkan, bahwa bawang merah biasanya dipanen saat berumur 70 hari, sejak usia 15 hari, petani rutin menyemprotkan pestisida dua hari sekali, sampai bawang merah berusia 55 hari.
Namun, menurutnya, upaya pengendalian hama ini ternyata tida maksimal, ulat daun menyerang saat tanaman berusia 50 hari lebih. Akibatnya, selain kualitas buruk, hasil panen bawang merah juga menurun.
Hal senada diungkapkan Sujoko (43), dalam kondisi normal, satu hektar lahan menghasilkan sekitar 10 ton, namun kini petani hanya bisa memanen maksimal 5 ton saja per satu hektar lahan. Kondisi ini lanjutnya sangat disayangkan, pasalnya harga jual bawang merah petani ke pasar sedang menanjak, hingga senin pagi, harga jual bawang merah sebesar Rp 16.000, atau naik Rp 4.000 dari harga sebelumnya Rp 12.000 per kg.
“Untuk menyiasati bawang merah terlihat bagus dan mengkilap, kami menjemur bawang merah dibekas lahan tanaman, sebelum dijual ke pasar. Sementara luas kerusakan bawang diperkirakan mencapai 70 hektar lahan di Desa Taman sari,”ungkap Sujoko.(dc/fir)


COMMENTS