Dicko BromoFM Rabu 05/11/2014 PROBOLINGGO - Musim kemarau panjang membuat lima dari tujuh embung tadah hujan di Kabupaten Prob...
Dicko BromoFM
Rabu 05/11/2014
PROBOLINGGO
- Musim kemarau panjang membuat lima dari tujuh embung tadah hujan di
Kabupaten Probolinggo mengalami kehabisan air, kondisi ini membuat
kelangkaan air bersih di empat belas kecamatan kian mengkhawatirkan.
Tidak hanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari, air untuk pemenuhan sawah
ladang warga juga sulit.
Embung curah bindo di Desa Gunung Tugel Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolingo, menjadi salah satu dari lima embung yang mengalami kehabisan air.
Padahal, embung yang dibangun pada tahun 2010 dengan kedalaman dua puluh empat meter, dan lebar satu koma 6 hektar itu dibuat sebagai tadah hujan, guna mengatasi krisis air saat musim kemarau tiba.
“Sejak empat bulan lalu stok air sudah habis, air tidak mampu bertahan lama, selain karena kemarau panjang, kedalaman embung juga semakin dangkal lantaran tertutupi endapan material sungai saat musim hujan lalu. Saat ini, kedalaman embung sekitar 12 meter saja,”kata Niwarsen waraga setempat Rabu (5/11/14).
Akibatnya, lanjut Niwarsen, warga sekitar embung tetap mengalami kesulitan air, baik untuk kebutuhan hidup sehari-hari maupun pemenuhan irigasi pertanian. Bahkan permukaan embung yang subur, sementara waktu digunakan warga untuk menanam kacang panjang, jagung hingga kacang hijau.
Niwarsen menuturkan, untuk mendapatkan air, warga disekitar embung harus mengambil air dari desa lain dengan jarak sekitar 5 km. Itupun mereka harus antri dan membayar iuran sebesar dua ribu rupiah per jeriken ukuran 25 Kg.(dc/fir)



COMMENTS