Dicko Bromo FM Kamis 27/11/2014 Menjalani bisnis sebagai kebutuhan perabotan rumah, seolah tiada matinya. Selain menjadi tren, pr...
Dicko Bromo FM
Kamis 27/11/2014
Menjalani bisnis
sebagai kebutuhan perabotan rumah, seolah tiada matinya. Selain menjadi
tren, produk mebel juga menjadi peluang usaha yang menarik. Margin
keuntungan yang didapat dari usaha ini cukup meraih keuntungan yang
lumayan. Demikian yang diungkapkan oleh Abdullah Irawan (33) seorang
pengrajin mebel di ujung timur kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Dalam dunia usahanya yang tergolong usaha kecil menengah (UKM), bertahun-tahun dirinya sudah merintis memulai usahanya sebagai pengrajin mebel. Namun, saat ini setelah puluhan tahun lamanya dirinya berkreasi menjalani pekerjaanya dengan penuh semangat, dirinya adalah salah satu pengrajin mebel yang sudah terbilang sukses. Pasalnya, dari sekian barang yang tersedia di toko miliknya laris terjual, seperti sofa dengan segala jenis dan ukuran, bermacam-macam jenis kursi ukiran, almari dan perabotan lainnya yang dibutuhkan didalam rumah, semakin diminati konsumen
Irawan mengaku, meski saat ini memasuki pergantian musim, yakni dari musim kemarau ke musim penghujan, peminatnya masih cukup banyak. Bahkan, peminatnya tidak hanya berasal dari dalam Kabupaten Probolinggo, melainkan dari luar daerah juga, seperti dari Pasuruan, Besuki dan Lumajang.”Saya berperinsip tidak fokus pada harga yang tinggi, bagi saya meski harga terjangkau yang penting barang saya diminati masyarakat, dengan harga yang terjangkau yang penting lancar,”akunya disela-sela kesibukannya.
Menurutnya, diantara permintaan kursi atau sofa, tempat tidur, lemari dan perabotan dapur, untuk saat cukup meningkat. Ia menuturkan omzet penjualannya meningkat sampai 50 persen. Irawan mengungkapkan, menjelang pergantian musim ini, permintaan mebeler seperti sofa almari dan kursi ukiran bisa mencapai 20 hingga 30 unit selama sebulan terakhir.
"Kalau dagang ya tidak bisa dipastikan dapatnya berapa. Cuma memang, selama bebrapa bulan ini banyak permintaan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/11/2014).
Bahkan, Irawan sudah menyiapkan persediaan barang menghadapi musim penghujan ini. Ia menambah stok hingga dua kali lipat. Sebab, menurutnya, meski terjadi kenaikan BBM pada tahun ini, untuk permintaan tidak menjadi kendala, karena semua konsumennya sudah memahami meski harganya sedikit ada perbedaan dengan sebelumnya.
"Kalau omzet penjualan sih, Alhamdulillah Rp 30-50 juta dalam setiap pengiriman. Namun, itu tidak tetap, pasti ada psang surutnya juga. Seperti sekarang ini, bisa naik 50-60 persen,"jelasnya. terangnya.
Selain itu lanjutnya, sofa dan tempat tidur jenis ukiran saat ini paling banyak peminatnya. Contohnya, sofa ukiran dan busa sangat diminati konsumen. Terkait harga, cukup bervariasi mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 6 juta per unit, demikian juga untuk barang lainnya, sudah tentu harganya juga bervariasi. "Selain kami melayani penjualandisini kami juga menerima reparasi segala macam jenis kursi, lemari dan tempat tidur,”imbunya.
Dia mengungkapkan, rata-rata pemilik toko mebeler lain dan home industry juga banyak menerima order. Kebanyakan, pembeli dari wilayah Besuki dan Probolinggo sendiri.
Ditoko mebel milik Irawan yang letaknya dipinggir jalan raya PB.Sudirman kota Kraksaan, tampak para pekerja setiap hari selalu disibukan dengan kerjaannya. Sebab, mereka berkerja harus mencapai target yang diinginkan konsumen,”iya, tidak jauh dari kejaran target dan waktu, karena kami harus memenuhi permintaan konsumen yang harus terselesaikan dalam kurun waktu beberapa hari saja, selain itu, kami juga harus perfek untuk menyesuaikan model dan warna yang diinginkan konsumen,”kata Irawan.
Sejak dirinya merintis bisnis ini, dirinya cukup optimis menjalaninya dengan putaran waktu puluhan tahun lamanya,“awalnya dulu saya sangat kesulitan dan sangat kesusahan, bahkan saya kehabisan modal untuk melanjutkan usaha ini. Tapi dengan kesabaran dan ketekunan, sedikit demi sedikit usaha yang saya jalani ini sebagai mebeler merangkak naik, dari permintaan dan omzetnya juga,”sebutnya.(dc/fir)


COMMENTS