Dicko BromoFM Rabu 05/11/2014 KRAKSAAN - Panen raya bawang merah tahun 2014 ini dikeluhkan para petani, khususnya di Kabupaten P...
Dicko BromoFM
Rabu 05/11/2014
KRAKSAAN
- Panen raya bawang merah tahun 2014 ini dikeluhkan para petani,
khususnya di Kabupaten Probolinggo. Petani merugi lantaran harga bawang
merah murah, sehingga hasil panen tidak menutupi biaya tanam. Anjloknya
harga bawang merah disebabkan kualitasnya buruk pasca diserang ulat
musim kemarau. Harga bawang merah kualitas super paling tinggi hanya Rp
8000, sedangkan kualitas biasa seharga Rp 4000 per kilo gram. Para
petani Musim panen bawang merah kali ini tidak membuat petani di Desa Taman Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo sumringah, para petani mengaku merugi setelah harga bawang merah anjlok.
Nursalim seorang petani bawang merah warga setempat menuturkan, jika tahun lalu harga bawang merah sanggup menembus hampir Rp 20.000 per kg, kini justru tidak sampai separuhnya. Harga jual bawang merah besar kualitas super maksimal hanya Rp 800.000 per kwintal, atau Rp 8000 per kg.
Sementara bawang merah kualitas biasa, harganya sekitar Rp 400.000 per kwintal atau rata-rata Rp 4000 per kg. Rendahnya harga jual disebabkan kualitas hasil panen bawang merah menurun,”pasca diserang ulat dan dilanda panas kemarau panjang,”ungkapnya Selasa (4/11/14).
Senada diungkapkan Kasmidi yang juga petyani bawang, jika satu hektar lahan biasanya menghasilkan 15 ton, sekarang hanya mencapai 12 ton. Dengan harga murah, hasil ini tentu merugikan petani, pasalnya biaya tanam dari pembibitan hingga siap panen menelan sekitar lima puluh juta rupiah per hektar.
“Oleh pedagang, bawang merah super kemudian dijual ke luar jawa, seperti Pulau Sumatera, Kalimantan hingga Papua. Sementara bawang merah kualitas biasa hanya dipasok ke pasar tradisional Probolinggo dan sejumlah wilayah di Jawa Timur,”sebutnya.(dc/fir)


COMMENTS