Dicko Bromo FM Selasa 25/11/2014 PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah te...
Dicko Bromo FM
Selasa 25/11/2014
PEMERINTAH
Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan
Menengah tengah mencanangkan program Kabupaten Enterprenuer. Tahun ini
Pemkab menargetkan, akan melatih 1.000 orang menjadi entrepreneur.
“Mereka akan dilatih menjadi pengusaha kerajinan tangan, olahan makanan minuman, mebeler hingga daur ulang,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Erlin Setiawati.
Program Kabupaten Enterpreneur bertujuan melahirkan pengusaha-pengusaha sukses yang lahir dari kreasi pribadi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Para calon wirausaha baru itu saat ini sudah mulai membuat produk sesuai dengan kemampuannya.
“Ikhtiar melahirkan 1.000 enterpreneur itu tidak bisa dirasakan saat ini. Sebab, mencetak pengusaha kecil menengah itu tidak bisa instan. Butuh waktu untuk melahirkan pengusaha. Namun yang penting kami terus melatih wirausaha-wirausaha baru secara konsisten,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo ini mengakui, dari 1.000 peserta pelatihan tidak mungkin semuanya berhasil mengembangkan bisnisnya. Hanya saja, pihaknya tetap optimistis akan lebih banyak yang sukses menerapkan materi pelatihan menjadi bisnis yang menguntungkan.
“Dengan upaya tersebut kami berharap angka penggangguran bisa ditekan serendah mungkin. Sekaligus menjadikan UKM sebagai pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif. UKM yang sudah berhasil, tentu akan merekrut karyawan untuk mendukung bisnis yang dijalankan. Secara langsung hal itu bisa mengurangi pengangguran warga sekitar,” pungkasnya. (dc/fir)
“Mereka akan dilatih menjadi pengusaha kerajinan tangan, olahan makanan minuman, mebeler hingga daur ulang,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Erlin Setiawati.
Program Kabupaten Enterpreneur bertujuan melahirkan pengusaha-pengusaha sukses yang lahir dari kreasi pribadi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Para calon wirausaha baru itu saat ini sudah mulai membuat produk sesuai dengan kemampuannya.
“Ikhtiar melahirkan 1.000 enterpreneur itu tidak bisa dirasakan saat ini. Sebab, mencetak pengusaha kecil menengah itu tidak bisa instan. Butuh waktu untuk melahirkan pengusaha. Namun yang penting kami terus melatih wirausaha-wirausaha baru secara konsisten,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo ini mengakui, dari 1.000 peserta pelatihan tidak mungkin semuanya berhasil mengembangkan bisnisnya. Hanya saja, pihaknya tetap optimistis akan lebih banyak yang sukses menerapkan materi pelatihan menjadi bisnis yang menguntungkan.
“Dengan upaya tersebut kami berharap angka penggangguran bisa ditekan serendah mungkin. Sekaligus menjadikan UKM sebagai pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif. UKM yang sudah berhasil, tentu akan merekrut karyawan untuk mendukung bisnis yang dijalankan. Secara langsung hal itu bisa mengurangi pengangguran warga sekitar,” pungkasnya. (dc/fir)



COMMENTS