Dicko : BromoFM Rabu 15/10/2014 , 09 : 00 WIB KRAKSAAN – Mengingat musim penghujan akan segera tiba, yang diprediksi pada Oktober 20...
Dicko : BromoFM
Rabu 15/10/2014 , 09 : 00 WIB
KRAKSAAN
– Mengingat musim penghujan akan segera tiba, yang diprediksi pada
Oktober 2014 ini, sebagian besar warga yang tinggal didataran tinggi di
wilayah Kabupaten Probolinggo mulai berbenah lingkungannya
masing-masing. Mereka mengantisipasi timbulnya longsor yang akan melanda
di daerahnya.
Para warga telah banyak melakukan persiapan disekitar rumahnya yang berdiri diatas tebing. Mereka membuat sebuah penyanggah yang menggunakan bahan dari bamboo, persiapan itu sebagai antisipasi terjadinya longsor, yang terbiasa terjadi setiap tahunnya ketika musim penghujan.
“Sebetulnya penyanggah yang kami persiapkan pada musim hujan sebelumnya masih ada, namun, kami khawatir saja, karena bambunya sudah mualai rapauh, jadi kami menggantinya dengan yang baru,”kata Rais (40) salah satu warga di Desa/Kecamatan Tiris Rabu (15/10).
Rais menagaku, di daerahnya kerap kali terjadi longsor , walaupun terjadinya longsor tidak begitu parah, yang jelas sudah merugikan lahan yang ditempatinya, yang dapat dikatakan parah warga tinggalnya persisi di atas tebing, itu sangant membahayakan.
“Meski hanya terjadi longsor ringan, tapi kalau setiap musim hujan terus-terusan digerus maka samapai juga pada rumah yang ditempati warga,”ujarnya.
Rais menambahkan, dari sekarang warga sudah mengganti penyanggah dan membuat gedek yang juga dirakit dari bambu,”gedek itu kami fungsikan sebagai bantuan dari penyanggah unjtuk menahan tanah yang akan longsor,”paparnya.
Sudi (43) warga setempat juga mengungkapkan, bagi rumahwarga yang sudah dilanda longsor meskipun tidak parah, rata-rata warga melakukan tambal sulam pada bagian tanah yang sudah longsor kebawa. Itu dilakukan menggunakan karung yang diisi dengan tanah, hal itu dilakuakn sebagai pengganti tanah yang sudah lonsor.(dc/fir)
KRAKSAAN
– Mengingat musim penghujan akan segera tiba, yang diprediksi pada
Oktober 2014 ini, sebagian besar warga yang tinggal didataran tinggi di
wilayah Kabupaten Probolinggo mulai berbenah lingkungannya
masing-masing. Mereka mengantisipasi timbulnya longsor yang akan melanda
di daerahnya.Para warga telah banyak melakukan persiapan disekitar rumahnya yang berdiri diatas tebing. Mereka membuat sebuah penyanggah yang menggunakan bahan dari bamboo, persiapan itu sebagai antisipasi terjadinya longsor, yang terbiasa terjadi setiap tahunnya ketika musim penghujan.
“Sebetulnya penyanggah yang kami persiapkan pada musim hujan sebelumnya masih ada, namun, kami khawatir saja, karena bambunya sudah mualai rapauh, jadi kami menggantinya dengan yang baru,”kata Rais (40) salah satu warga di Desa/Kecamatan Tiris Rabu (15/10).
Rais menagaku, di daerahnya kerap kali terjadi longsor , walaupun terjadinya longsor tidak begitu parah, yang jelas sudah merugikan lahan yang ditempatinya, yang dapat dikatakan parah warga tinggalnya persisi di atas tebing, itu sangant membahayakan.
“Meski hanya terjadi longsor ringan, tapi kalau setiap musim hujan terus-terusan digerus maka samapai juga pada rumah yang ditempati warga,”ujarnya.
Rais menambahkan, dari sekarang warga sudah mengganti penyanggah dan membuat gedek yang juga dirakit dari bambu,”gedek itu kami fungsikan sebagai bantuan dari penyanggah unjtuk menahan tanah yang akan longsor,”paparnya.
Sudi (43) warga setempat juga mengungkapkan, bagi rumahwarga yang sudah dilanda longsor meskipun tidak parah, rata-rata warga melakukan tambal sulam pada bagian tanah yang sudah longsor kebawa. Itu dilakukan menggunakan karung yang diisi dengan tanah, hal itu dilakuakn sebagai pengganti tanah yang sudah lonsor.(dc/fir)


COMMENTS