Dicko : BromoFM Senin 13/10/2014 , 10 : 00 WIB PROBOLINGGO – Sebagai langkah utama untuk menghadapai adanya persaingan Masyaraka...
Dicko : BromoFM
Senin 13/10/2014 , 10 : 00 WIB
PROBOLINGGO
– Sebagai langkah utama untuk menghadapai adanya persaingan Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang, sebagian besar pelaku usaha di
Kabupaten Probolinggo harus benar-benar mempersiapkan dirinya dan harus
lebih jeli untuk melakukan peningkatan pengelolaan manajemen Industri
yang dikelolanya. Hal tersebut bertujuan agar Industri Kecil Menengah
(IKM) semakin berkembang. “Kami mengutamakan pengelolaan menejemen bagi setiap pengusaha, utamanya kepada masyarakat yang telah mendirikan (IKM) khusunya di Kabupaten Probolinggo,”kata Kepala Dinas Perindutsrian dan Perdagangan (Dipserindag) Kabupaten Probolinggo , Sidik Wijanarko Senin (13/10/14).
Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai antisipasi dan gerak langkah yang harus dilakukan untuk , dalam menghadapi MEA 2015 mendatang. Dari itu, para pelaku usaha yang termasuk IKM perlu melakukan perbaikan secara internal dalam masing-masing produksi yang dimilikinya.
“Kalau IKM tidak bisa menghadapi kenyataan itu, maka itu justu akan menjadi ancaman bagi usaha yang dijalankannya,” terangnya.
Sidik mengaku, sebetulnya dengan datangnya MEA tersebut, banyak membawa peluang kepada pelaku IKM, sebab, pasaran bebas ASEAN, di semua lintas usaha secara bebas akan diperdagangkan.
Sedanga IKM di Kabupaten Probolinggo lanjut Sidik, jumlahnya sudah berkembang dengan mencapai angka ratusan IKM yang telah berjalan dengan potensi yang maksimal dan di jalankan oleh masyarakat itu sendiri.”Dari itu IKM saat ini ditekan untuk melakukan persiapan untuk meningkatkan menejemennya,”jelasnya.
Sidik berharap, akan siap memnfasilitasi untuk membantu melakukan pengurusan bagi IKM Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kalangan usaha menengah atas. Dan untuk IKM itu sendiri dibidang makanan harus ada label halal.
“Peluang ini adalah upaya pengembangan terhdap masyarakat yang mengelola IKM. Sehingga produk IKM lokal keberadaannya bisa bersaing di pasaran ASEAN. Semoga jalannya program yang istimewa ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,”ktukas Sidik.(dc/fir)


COMMENTS