Dicko BromoFM Senin 27/10/2014 , 07 : 00 WIB PAITON – Nahas menimpa pasangan suami istri (Pasutri) H.Arba’u (50) dan Hj. Sumiat...
Dicko BromoFM
Senin 27/10/2014 , 07 : 00 WIB
PAITON
– Nahas menimpa pasangan suami istri (Pasutri) H.Arba’u (50) dan Hj.
Sumiati (44) asal Desa Kalikajar Kulon Dusun Krajan RT/RW 09/02,
Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, harus menerima kenyataan yang
terjadi. Senin (27/10/14) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, rumah
pasutri tersebut disatroni oleh 5 orang perampok yang menggunakan
senjata tajam berupa celurit.
Informasi yang berhasil dihimpun. Ironisnya dari kejadian itu, sang istri Sumiati dicekik oleh kawanan perampok hingga meninggal, sedangkan sang suami Arba’u diikat, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. Didalam rumah itu hanya tinggal ber tiga bersama putranya yang masih berusia 12 tahun, pada saat kejadian, kamar putranya dikunci dari luar oleh pelaku, mulut pasutri ditutup dengan lakban.
Menurut Rais warga setempat sekaligus sebagai perangkat desa mengatakan, Arba’u yang sejak dulu dikenal sebagai belandang kedelai dan padi itu bisa dikatakan sukses, apa lagi dirumahnya membuka toko peracangan yang cukup besar. “Mereka mempunyai 4 orang anak, dua laki-laki dan dua perempuan, namun yang ketiga putranya sudah berada ditempat terpisah karena sudah berkeluarga,”jelas Rais.
Rais menuturkan, dari pukul 11.00 malam sebelum kejadian, warga masih melaksanakan ronda sampai pukul 01.00 dini hari. Dari pukul 01.00 sampai pukul 02.00 korban (Arba’u) ngobrol dengan warga dihalaman rumahnya. Pukul 02.30 warga, mulai dikejutkan dengan kejadian perempokan itu, seketika itu sontak semua warga mendatangai rumah korban.
Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro menjelaskan, Arba’u diikat didalam kamarnya, sedangkan Sumiati diduga dicekik karena tidak ada bekas luka, dan itu dilakukan diruang tamunya hingga Sumiati langsung meninggal dilokasi. “Perampok berhasil menggondol barang berharga dan uang tunai milik korban, sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta,”ungkapnya saat ditemui dilokasi kejadian.
Endar mengaku, waktu kejadian, Arba’u yang posisinya diikat, ia berusaha membuka kunci kamar putranya mekipun kesulitan, begitu putranya bisa keluar lantas membuka tangan korban yang diikat dan langsung menghubungi ketiga saudaranya.”Kami terus melakukan pengembangan dan penyelidikan atas peristiwa ini, semoga saja upaya kepolisian membuahkan hasil yang diharapkan masyarakat dan cepat mengungkap para pelaku,”tegasnya.(dc/fir)



COMMENTS