Dicko : BromoFM Minggu 19/10/2014 , 09 : 00 WIB SUKAPURA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo meng...
Dicko : BromoFM
Minggu 19/10/2014 , 09 : 00 WIB
SUKAPURA
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo
mengantisipasi siklus erupsi 4-5 tahun Gunung Bromo. Sesuai dengan
prediksi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), jika
dilihat dari erupsi besar pada 2010 silam, maka siklus itu akan terulang
pada 2015 mendatang.“Sebagai antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya erupsi gunung Bromo, saat ini kami juga melakukan pemantauan aktifitas Gunung Bromo bekerja sama dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Bromo yang terletak di Dusun Cemorolawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
Mantan Camat Leces ini menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan berbagai macam persiapan antisipasi terjadinya erupsi Gunung Bromo. Seperti menyiapkan tempat pengungsian, melatih relawan dalam mendirikan tenda pengungsian, mendirikan MCK untuk pengungsi dan lokasi tempat pengungsian serta jalur evakuasi sehingga warga tidak bingung kemana harus mengungsi tatkala terjadi erupsi Bromo.
“Setidaknya kejadian penanganan erupsi tahun 2010 tidak terulang lagi. Di mana penanganan dilakukan ketika Gunung Bromo sudah erupsi. Kebetulan saat itu BPBD di Kabupaten Probolinggo masih belum terbentuk. Tetapi penanganan yang dilakukan sudah baik. Sehingga dengan sudah terbentuknya BPBD, diharapkan penanganannya nanti akan jauh lebih baik lagi,” jelasnya.
Pria kelahiran Probolinggo, 24 Juli 1969 ini menegaskan, setiap gunung api memiliki siklus yang berbeda. Selain siklus, daya ledak setiap gunung api tidak sama. “Kalau Gunung Bromo daya ledaknya pelan. Sehingga tidak heran, ketika erupsi malah masyarakat ingin melihatnya. Sebab mereka berkeyakinan bahwa erupsinya gunung Bromo akan membawa berkah,” tegasnya.
Mantan Camat Dringu ini menambahkan, hal lain yang akan dilakukan sebagai antisipasi erupsi Gunung Bromo adalah dengan menyiapkan masker dalam jumlah besar. Sehingga masyarakat tidak perlu membeli dan merasa kebingungan. “Biasanya waktu terjadi erupsi, masker dijual dengan harga yang mahal. Itupun sering habis karena stoknya juga terbatas,” tambahnya.(dc/fir)


COMMENTS