Dicko BromoFM Selasa 28/10/2014 , 09 : 00 WIB KRAKSAAN – Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 2014, Forum Pimpinan Dae...
Dicko BromoFM
Selasa 28/10/2014 , 09 : 00 WIB
KRAKSAAN
– Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 2014, Forum Pimpinan
Daerah (Forpimda)Kabupaten Probolinggo, menggelar acara Pengajian
Wawasan Kebangsaan yang diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang dilaksanakan di LT II Gedung Islamic Centre (GIC) kota Kraksaan Selasa (28/10/14), dibuka langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs.H.A Timbul Prihanjoko.
Kegiatan yang dilaksanakan di LT II Gedung Islamic Centre (GIC) kota Kraksaan Selasa (28/10/14), dibuka langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs.H.A Timbul Prihanjoko.
Acara yang menjadi agenda tahunan Pemkab Probolinggo ini bertujuan, untuk menegaskan dan mengingatkan kembali kepada seluruh Rakyat Indonesia khususnya bagi generasi muda tentang arti, makna, maksud dan tujuan dari Semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober untuk tetap memelihara dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan PANCASILA dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Perisai Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai narasumber dalam acara ini adalah Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro, Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Heru Agung Aryandhono dan ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Probolinggo KH. Idrus Ali.
Wabub Timbul menyampaikan, bahwa peran serta pemuda yang berwawasan Kebangsaan, tentunya keberhasilan acara yang dimaksud tidak terlepas dari bantuan dan dukungan semua pihak secara langsung maupun tidak langsung.
“Peran serta pemuda tercatat dalam sejarah perjuangan negara Republik Indonesia sebagai pemrakarsa utama dalam usaha perjuangan modern yang terwujud dalam sumpah pemuda 1928 dan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945,”terangnya.
Selain itu Wabub Timbul menuturkan, hal – hal yang dapat dilakukan oleh pemuda bergabung dengan kekuatan inti negara, menumbuhkan jiwa inovatif dan kreatif dalam upaya pemberdayaan potensi, bersinergis dengan pemerintah daerah dalam upaya memajukan pembangunan daerah perbatasan, turut serta dalam segala upaya menjaga persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan jiwa nasionalisme, yang juga tidak kalah penting pemuda harus menghindari apatis terhadap lingkungan, konsumtif cenderung malas berpikir, malas bekerja, pasrah terhadap keadaan tanpa ada upaya untuk mengadakan suatu perubahan yang lebih baik bagi masyarakat di lingkungannya.(dc/fir)



COMMENTS