Dicko : BromoFM Jumat 10/10/2014 , 07 : 00 WIB KRAKSAAN – Kamis (9/10/14) ratusan siswa SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo m...
Dicko : BromoFM
Jumat 10/10/2014 , 07 : 00 WIB
KRAKSAAN – Kamis (9/10/14) ratusan
siswa SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo menggelar aksi demonstran
terhadap gurunya. Aksi itu dilakukan dengan cara penyampaian aspirasi
menolak pembangunan ruang kelas baru (RKB) diruang tengah disekolah tersebut.
Mereka melakukan aksinya dihalaman sekolah, seluruh siswa menolak kebijakan dari dewan gurunya untuk melakukan RKB diruang tengah sekolah, sebab, menurut siswa, kalau pembangunan RKB itu diposisikan diruang tengah maka bangunan tersebut akan merusak citra sekolah yang mendapat penghargaan Adiwiyata.
Seluruh siswa menyampaikan orasinya dengan membawa papan nama yang bertuliskan tentang penolakan pembangunan RKB diruang tengah. Aksi itu sendiri berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB.
Pantauan media ini diluar gerbang saat tidak diperbolehkan masuk, para siswa berteriak diruang kelas dan halaman agar supaya permintaannya direspon oleh pihak sekolah.
Kevin siswa kelas X RPL mengatakan, aksi yang dilakukan siswa ini dari kesepakatan bersama, tidak ada tekanan dari pihak manapun. Menurutnya seluruh siswa kompak dari kelas X, XI dan XII menolak kebijakan para dewan gurunya.
“Kami tidak punya tempat berteduh kalau RKB itu dibangaun di taman ini, lagi pula tidak artinya pihak sekolah mendapat penghargaan Adiwiyata itu,” papar Kevin.
Serupa dikatakan Khoir, menurutnya, kalau RKB tetap dibangun di ruang tengah maka udara segar tidak akan masuk, murid-muridpun tidak akan kerasan, sebab, ditaman ini tempat singgah siswa untuk bersantai karena sejuk.
“Sebetulnya kami tidak punya hak menolak pembangunan RKB ini, tapi kalau pembangunan ini diposisikan di taman ini otomastis kami mengeluarkan orasi untuk menolaknya, karena untuk kebaikan bersama,”sebutnya.
Sementara itu, sekretaris panitia pembangunan sekolah Moh. Sahudi mengatakan, akibat kejadian tersebut pihaknya akan melakukan koordinasi ulang agar masalah yang ada cepat teratasi. Ia pun mengakui, bahwa sebetulnya lahan disekolah yang ada sudah sangat terbatas, untuk membangun sebuah ruangan kelas baru.
“Sebelumnya kami sudah pasang papan nama ditaman itu untuk dilakukan pembangunan RKB, namun siswa tidak menyetujuinya kalau diposisikan diruang tengah. Atas kejadian ini, kami akan berkoordinasi dengan Dispendik untuk meminta petunjuk, agar semuanya berjalan dengan lancar,”ungkap Sahudi.
Ia menambahkan sebenarnya tidak ada niatan untuk menghalangi atau melarang media untuk meliput, namun ia baru tahu ada demonstrasi saat datang ke sekolah. Ia pun lantas meminta maaf pada awak media atas kejadian pelarangan yang sempat terjadi.(dc/fir)



COMMENTS