Dicko BromoFM Minggu 26/10/2014 , 08 : 00 WIB PAITON - Puluhan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid, Desa Karangan...
Dicko BromoFM
Minggu 26/10/2014 , 08 : 00 WIB
PAITON
- Puluhan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid, Desa
Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, harus menjalani
perawatan medis. Pasalnya, sekitar 42 santri putra dan putri mengalami
keracunan setelah makan nasi kotakan pada acara rapat wali murid yang
dilaksanakan oleh pengsuh Ponpes Dalem Selatan (Dalsel) Nurul Jadid
Sabtu (25/10/14).
Santri yang jumlahnya mencapai 42 orang itu akhirnya 14 santri putra dan putri dirawat di Puskesmas Paiton, 27 di rawat di rumah sakit swasta Rizani Paiton dan sisanya di rawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, diantaranya 13 putri dan 29 putra.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, akibat dari reaksi racun yang menyerang para santri tersebut disebabkan dari daging ayam potong yang dijual dipasaran, yang dimasak oleh pihak pondok untuk konsumsi acara rapat wali santri sekitar 200 undangan yang menggelar kegiatan 1 Muharam 1436 H.
Faizin selaku pengurus Ponpes Nurul Jadid Paiton mengatakan, daging ayam potong untuk konsumsi itu dibeli dari dua pasar tradisional, yaitu disapar Karanganyar dan pasar Paiton. santri mengalami reaksi keracuanan sejak pukul 18.00 WIB, itu setelah para santri melaksanakan berbuka puasa Muharam, ada yang pukul 20.00, ada lagi reaksinya pukul 22.00.
“Para santri itu sebagian mahasiswa sebagian pula masih SMA di Ponpes Nurul Jadid. Pukul 12 malam kami langsung membawanya ke puskesmas dan rumah sakit, karena tempatnya di puskesmas tempatnya tidak mencukupi,”terang Faizin.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Paiton dr.Saiful Bahri membenarkan, dari hasil pemeriksaan, para santri yang dirawat di puskesmas Paiton hanya mengalami keracunan ringan, “yang jelas menyebabkan mual, pusing bisa-bisa juga diare. Kemungkinan besar itu adalah racun yang terkandung di dalam daging ayam itu,”sebutnya.(dc/fir)



COMMENTS