Dicko : BromoFM Jum'at 17/10/2014 , 09 : 00 WIB KRAKSAAN - Memperingati hari pangan sedunia yang jatuh pada kamis 16 Oktober...
Dicko : BromoFM
Jum'at 17/10/2014 , 09 : 00 WIB
KRAKSAAN - Memperingati hari pangan sedunia yang jatuh pada kamis 16 Oktober 2014. Ratusan petani se-Kabupaten Probolinggo, menggelar temu karya poktan/gapoktan dan festival panganan lokal. Mulai dari buah-buahan, sayuran serta berbagai macam produk hasil pertanian, asal Kabupaten Probolinggo, di jual di kios-kios yang bertempat di alun-alun kota Kraksaan.
Berbagai macam hasil produk pertanian itu, sengaja didatangkan langsung oleh para petani yang berada di 24 Kecamatan, dengan tujuan agar para petani saling mengetahui, sejauh mana hasil inovasi serta kualitas produk pertanian di Kabupaten Probolinggo hingga saat ini.
Selain itu, akan diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN pada tahun 2015 mendatang. Membuat para petani Indonesia, dituntut untuk lebih berinovasi dan menggunakan teknologi yang baik, mampu bersaing dengan Negara lain, dalam menghasilkan hasil produk pertanian yang berkualitas.
Salah satunya, yakni metode penanaman secara Hydroponik. hydroponik adalah metode menanam sayuran tanpa tanah, yang mana tiap-tiap wadah tempat menanam, mampu ditanami lebih dari satu jenis tanaman.
Tak hanya itu, penggunaan pupuk jenis organik, sengaja dipilih sebagian petani, guna memberi pembelajaran pada petani lain, bahwa hasil produk pertanian yang menggunakan jenis pupuk organic, tak kalah bagusnya dengan menggunakan pupuk jenis kimia.
Hasan, selaku ketua Asosiasi Petani Jawa Timur mengatakan, untuk merubah pola pikir petani, agar bisa beralih dari penggunaan pupuk kimia ke pupuk jenis organic, ia sengaja menerapkan metode penanaman secara Hydroponik, ini karena tanaman jenis Hydroponik lebih baik hasilnya jika menggunakan jenis pupuk organik.
“Tujuan lainnya yakni sebagai bekal pembelajaran bagi para petani. Mengantisipasi terbatasnya lahan pertanian jelang masa era globalisasi mendatang,”sebut Hasan.
Sementara itu, Bupati probolinggo, Hj.P.Tantriana Sari,SE mengatakan, ia mengapresiasi apa yang dilakukan sebagian para petani tersebut, karena saat ini mayoritas para petani, masih cenderung bergantung dengan penggunaan pupuk jenis kimia.
“Saya mengapresisasi kepada seluruh petani di Kabupaten Probolinggo, untuk melakukan metode ini, sebab,hal ini adalah suatu terobosan baru di Kabupaten Porobolinggo. Dan tidak ada salahnya untuk mencoba untuk mendapatkan yang terbaik,”kata Bupati Tantri.(dc/fir)



COMMENTS