Dicko BromoFM Seni 27/10/2014 , 08 : 00 WIB PAITON – Peristiwa perampokan sadis yang menimpa Arba’u dan istriny Sumiati yang me...
Dicko BromoFM
Seni 27/10/2014 , 08 : 00 WIB
PAITON
– Peristiwa perampokan sadis yang menimpa Arba’u dan istriny Sumiati
yang meninggal yang diduga di cekik lehernya oleh 5 kawanan perampok
pada Senin (27/10/14) dini hari. Dari kejadian itu, korban Arba’u yang
dikenal sebagai juragan palawija dan usaha toko peracangan itu mengaku.
Bahwa sebelum kejadian itu berlangsung, pada malam harinya dirinya masih sempat menemani warga ngobrol di depan rumahnya.”pukul 02.00 dini hari saya mulai tidur, Begitu saya tertidur tak disangka ada orang beberapa orang tak dikenal menerobos rumah saya dan langsung mengikat saya dengan tali,”ujar Arba’u saat diwawancarai media ini.
Ia menguraikan, sebelumnya perampok itu menodong perut Arba’u menodong perutnya memakai celurit sambil setelah mengikat dirinya, lalu Sumiati istrinya diseret keruang tamu. Sedangkan pintu kamar anakanya yang berusia 12 tahun itu dikunci dari luar.
“Saya yakin mereka mencekik istri saya. Saya melihat sangat jelas perampoknya berjumlah 5 orang, memakai celurit semua. Yang empat orang tidak memakai cadar, dan satu orang memakai cadar,”sebutnya.
Selain itu lanjutnya, satu orang perampok menjaga saya, yang lainnya beraksi menggeledah isi rumahnya serta membunuh istrinya,’mereka bertanya dimana uang dan harta saya disimpan,”kata Arba’u dengan nada sedih.
“Setelah perampok itu berhasil membawa benda dan uang saya, dengan tangan saya diikat kebelakang, saya berusaha membuka pintu kamar anak saya, sehingga anak saya yang membuka ikat ditangan dan menghubungi ke tiga anak saya. Saya berteriak minta tolong kepda warga,”tuturnya.(dc/fir)



COMMENTS