Dicko BromoFM Rabu 22/10/2014 , 11 : 00 WIB KRAKSAAN – Sebanyak 56 pedagang kue rempah-rempah di Pasar Semampir, Kecamatan Krak...
Dicko BromoFM
Rabu 22/10/2014 , 11 : 00 WIB
KRAKSAAN
– Sebanyak 56 pedagang kue rempah-rempah di Pasar Semampir, Kecamatan
Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, segera relokasi ke lantai dua (LT II)
oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Probolinggo, mengingat
selama pembangunan pasar berdiri, di L II posisinya masih kosong.
Sedangkan diposisi bawah bedak dan lapak di sudah tidak memungkinkan
lagi.
Rabu (22/10/14), 56 pedagang khusus kue dan rempah-rempah yang telah didata oleh kepala Kantor pasar, diundang untuk diberikan arahan agar mereka (pedagang) menuruti sesuai aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dalam kesempatan itu pedagang diberi kesempatan untuk berdialog, yang dipimpin langsung oleh Santiyono, Kepala Dispenda Kabupaten Probolinggo.
Dalam dialog yang dipusatkan di L II pasar Semampir tersebut juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Kraksaan dan Kasatpol PP Kabupaten setempat. Setelah dilakukan pemaparan dan dialog, sebagaian besar para pedagang tidak menghendaki menempati posisi di L II, dengan alasan, di LT II menurutnya kurang meyakinkan untuk tempat berjualan.
Saat dialog berlangsung, tampak semua pedagang dengan kompak menolak untuk dipindah, bahkan, para pedagang sempat menunjukan amarahnya, sambil mengeluarkan uneg-unegnya, yang selama ini tidak tesampaikan. Aspirasi yang disampaikan pedagang bermacam-macam, sesuai kekesalannya selama ini.
Seluruh pedagang juga mengeluhkan karena di LT II tidak ada toiletnya,”bagaimana kami mau whudlu’ dan buang air kecil saat berjualan diatas,”kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya usai dialog berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, secara bertahap pihaknya akan menambah fasilitas di LT II sesuai keinginan para pedagang. Sebab, selama ini untuk memenuhi semua fasilitas itu masih terkendala anggaran.
Santiyono mengakui, bahwa kondisi pasar Semampir sampai saat ini nilainya masih rendah, tidak seperti pasar yang lainnya di Kabupaten Probolinggo. Karena dipasar Semampir penataannya masih kurang sempurna.”Meski begitu kami mohon kepada para pedagang untuk membantu pemerintah Daerah, salah satunya menuruti apa yang telah ditentukan, agar pihak pedagang dan Pemerintah sama-sama tidak terbebani,”ujar Santiyono.
Santiyono berharap, agar kepala pasar kembali melakukan pendataan yang akurat terhadap pedagang, agar tidak terjadi kesalahan seperti sebelumnya,”saya hanya meluruskan saja agar semua berjalan dengan baik, saya tidak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali, dipasar itu tidak ada jual beli bedak, pemerintah sdah memfasilitasi kebutuhan masyarakat,”tegasnya.(dc/fir)



COMMENTS