Dicko : BromoFM Selasa 21/10/2014 , 11 : 00 WIB KRAKSAAN - Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo, selama J...
Dicko : BromoFM
Selasa 21/10/2014 , 11 : 00 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr.Shodiq Tjahjono malalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr.Dyah Kuncarawati mengatakan, sosialisasi itu berupa himbauan dengan gerakan 3M Plus adalah paradigma baru dalam upaya memberantas wabah DBD. Tidak jauh berbeda dengan gerakan 3M yang lama yaitu menguras, menutup, dan mengubur, hanya saja 3 M plus ini dengan sedikit modifikasi.
Menurutnya, Biasanya DBD menyerang pada musim penghujan (Pancaroba), namun pada kemarau 2014 ini DBD semakin pesat, padahal pihak Dinkes kerap kali melakukan foging sesuai kasus yang ada di setiap Kecamatan meski tidak secara keseluruhan.
“Kami sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3 M plus. Nah, kalau dengan cara PSN nyamuk masih tetap ada, maka kami mengambil langkah terakhir dengan melakukan pengasapan (Foging),”kata Dyah.
Disinggung tentang jumlah kasus DBD yang menyerang masyarakat di Kabupaten Probolinggo, Dyah mengaku, sudah mencapai 177 kasus, dari kalangan anak-anak dan dewasa. Namun, serangan DBD itu lebih mendominasi terhadap anak dibawah usia 15 tahun dari pada orang dewasa.
Dyah menuturkan, bahwa untuk foging tidak bisa serta merta dilakukan. Sebab, menurutnya, biaya untuk foging masih terkendala,”satu kali foging itu menelan biaya hingga Rp 1.050.000, sedangkan jumlah kasus mencapai 177, jadi tinggal mengalikan saja antara biaya dan jumlah kasus tersebut. jadi kami tidak bisa melakukan foging secara keseluruhan,”sebutnya
Untuk sementara ini, fogging tersebut lanjut Dyah, telah dilakukan di Desa – Desa dari beberapa Kecamatan Probolinggo, diantara Sumberasih, Tongas, Leces, Paiton, Maron dan Banyuanyar. Namun kasus yang paling banyak menyerang di Kecamatan Sumberasih.(dc/fir)




COMMENTS