Dicko : BromoFM Kamis 09/10/2014 , 08 : 00 WIB PROBOLINGGO – Musim penghujan memang selalu ditunggu-tunggu sebagian besar petan...
Dicko : BromoFM
Kamis 09/10/2014 , 08 : 00 WIB
PROBOLINGGO
– Musim penghujan memang selalu ditunggu-tunggu sebagian besar petani
yang memerlukan serapan air dari tanaman dilahannya. Sebab, tanaman yang
mengasilkan buahnya dari dalam tanah memerlukan serapan air yang cukup
banyak untuk mengahsilkan buah yang sempurna. Di musim kemarau ini
membuat ketersediaan air sangat minim, sehingga para petani sebagian
besar harus menunggu turunnya hujan.
Hakkim (38) Salah satu petani kentang asal Desa Sukapura Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo mengatakan, tanaman kentang di daerahnya belum dilakukan secara maksimal, karena keterbatasan air yang menurutnya sangat kurang.
“Yang jelas untuk sementara ini kami seluruh petani kentang di daerah Sukapura ini masih menunggu turunnya hujan, sebab kalau tanaman kentang sangat membutuhkan serapan air yang maksimal,”aku Hakkim Kamis (10/10) saat ditemui dipasar Semampir Kraksaan.
Menurutnya, jika petani memaksakan melakukan penanaman bibit kentang saat ini, maka petani sangat khawatir dengan resiko kematian bibit yang dinilai sangat besar. Apalagi untuk mendapatkan bibit kentang sangat sulit diperoleh petani.“Ini merupakan salah satu kendala bagi para petani kentang, kalau sudah bibit kentang mulai langka di Kabupaten Probolinggo, maka petani membeli sampai keluar daerah,”sebut Jumadi (45) petani kentang asal Sukapura.
Ia mengaku, di daerahnya (Sukapura) tanaman kentang adalah tanaman yang teristimewa bagai warga sekitar, dari itu lahan pertanian untuk kentang hamper secara menyeluruh,sebab, tanah di Sukapura sangat cocok untuk tanaman kentang dari pada tanaman yang lain. Mengingat kentang membutuhkan suhu dingin agar bias mendapatkan hasil yang sempurna.
Jumadi menambahkan, untuk saat ini sebelum melakukan penanaman bibit. Hanya saja petani mulai menggarap lahan pertaniannya. Diantaranya mencangkul lahan yang akan ditanaminya.
“Dari sekarang segala persiapan untuk tanaman kentang sudah mulai digarap oleh para petani, sambil menunggu jeddag yang tepat pasa masa tanam nanti, agar tumbuh subur,”tuturnya.
Selain itu, dirinya dalam bertani kentang hanya memiliki lahan yang relatif tidak begitu lebar. Pembiayan untuk tanam kentang membutuhkan biaya sebesar Rp 20 juta.
“Dari biaya Rp 20 juta itu untuk semua kebutuhan dari masah perbaikan tanah, pembelian bibit, dan perawatan. Sedangkan untuk masa panen kentang itu butuh watu selama 3 bulan, kalau beruntung bias meraup omzet Rp 30-40 juta. Terkdang hasil bersihnya yang kami dapat maksimal Rp 10-20 juta,”papar Jumadi.(dc/fir)



COMMENTS