Dicko : BromoFM Selasa 02/09/2014 , 09 : 00 WIB BIDANG Teknologi Informasi (IT) bagi Nur Asia Jamil adalah bidang profesi yang i...
Dicko : BromoFM
Selasa 02/09/2014 , 09 : 00 WIB
BIDANG Teknologi Informasi (IT) bagi Nur Asia Jamil adalah bidang profesi yang ingin dimilikinya sejak dirinya memasuki kuliah Sekolah Tinggi Teknologi (STT) di Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo. Dirinya mendalami ilmu IT sejatinya ingin mewujudkan keinginannya sebagai seorang progammer.Meski saat ini masih memasuki semester tujuh, namun dirinya berupaya memaksimalkan potensi yang dimilikinya benar-benar ingin dinikmati sebagai landasan pengetahuan bagian dari masa depannya, Meski saat ini dirinya masih merasa banyak kekurangan tentang bidang tersebut.”Bagi saya, memiliki kekurangan bukanlah suatu halangan bagi seseorang untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu terobosan utama bagi saya untuk meniti karier sebagai perempuan progammer,” sebut gadis yang masih singgle ini.
Mengenai ketertarikannya dengan komputer, Nuril panggilan akrabnya ini mengaku, bahwa dirinya mempunyai ketertarikan terhadap IT sejak dirinya lulus dari sekolah Madrasah Aliyah tahun 2011 silam. “Pada tahun yang sama 2011 itu saya mulai masuk kuliah STT, nah, disitulah saya mulai mengenal IT dan ingin majadi seorang progammer,” ungkapnya.
Dara manis kelahiran Probolinggo 10 Agustus 1994 ini mengatakan, untuk sementara ini dirinya akan fokus pada ilmu IT sebelum dirinya menerjemahkannya sebagai seorang programmer. Sebab, menuurutnya, salah satu dampak globalisasi adalah massifnya perkembangan IT. Tidak heran, jurusan IT kian menjadi favorit di perguruan tinggi meski biaya kuliahnya cenderung lebih mahal dibandingkan jurusan lainnya. Bagaimana profesi di bidang yang akan dijalani para mahasiswa.
“Sebetulnya menjadi seorang progammer itu tidaklah mudah, namun saya akan tetap berusaha untuk mewujudkannya, setelah keberhasilan itu ada pada diri saya, saya akan mencoba untuk menerapkannya kepada masyarakat,” tuturnya.
Perempuan asal Desa Sumberkembar, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Progbolinggo ini mengaku, selain belajar dengan giat sesuai kurikulum kampus, seorang calon profesional IT juga sebaiknya giat belajar dan berlatih di luar kampus untuk menguasai setidaknya satu spesifikasi tertentu. Misalnya, mereka yang mengambil software development harus punya modal penguasaan satu atau dua bahasa pemograman yang levelnya bukan lagi "kata pengantar".
"Artinya, pelajarilah satu dua bahasa program hingga kita paham betul dan menguasai sepenuhnya bahasa program tersebut. Ini akan jadi modal ketika kita melamar kerja. Karena spesifikasi yang kita miliki akan menjadi nilai tambah ketimbang mereka yang hanya menguasai permukaan-permukaan dari banyak bahasa program,"imbuhnya.
Nuril menambahkan, untuk saat ini dirinya masih sangat fokus terhadap bidang yang digelutinya untuk mencapai keinginannya menjadi seorang progammer. “Masalah keinginan yang lain menysul dulu, yang terpenting saya benar-benar menguasai ilmu IT ini dulu,” tandasnya.(Dc)


COMMENTS