Dicko : BromoFM Rabu 03/09/2014 , 09 : 00 WIB MENURUT Mindriyani, seorang guru disalah satu sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Swas...
Dicko : BromoFM
Rabu 03/09/2014 , 09 : 00 WIB
MENURUT
Mindriyani, seorang guru disalah satu sekolah Taman Kanak-Kanak (TK)
Swasta di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ini mengaku, bahwa tugas
seorang guru pra sekolah itu harus bias membedakan antara membimbing,
mendidik, mengajar dan melatih, keempat perbedaan itu ia rangkul sebagai
penyempurnaan terhadap anak didiknya.Di katakan Mindri sapaan akrabnya ini, mendidik dari segi isinya adalah, sangat berkaitan dengan moral dan kepribadian. Jika ditinjau dari segi proses, maka mendidik berkaitan dengan memberikan motivasi untuk belajar dan mengikuti ketentuan atau tata tertib yang telah menjadi kesepakatan bersama. Kemudian bila ditilik dari segi strategi dan metode yang digunakan, mendidik lebih menggunakan keteladan dan pembiasaan.
“Kalau diterapkan terhadap anak usia dini awalnya memang sangat sulit untuk meyakinkannya, menyikapi sikap dan perilaku mereka yang disela-sela proses pembelajaran sering kali bertengkar hingga ada yang tak henti-hentinya menangis. Namun bagi saya itu sudah biasa, dan harus mampu menyikapi dengan baik,” kata perempuan asal Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan ini.
Selanjutnya masih menurut Mindri yang hobby menari dan membaca ini, lain lagi dengan membimbing, jika ditinjau dari segi isi, maka membimbing berkaitan dengan norma dan tata tertib. Dilihat dari segi prosesnya, maka mendidik dapat dilakukan dengan menyampaikan atau mentransfer bahan ajar yang berupa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan menggunakan strategi dan metode mengajar yang sesuai dengan perbedaan individual masing-masing anak didik. “Lalu kalau dilihat dari strategi dan metode yang digunakan, maka membimbing lebih berupa pemberian motivasi dan pembinaan,”ucapnya.
Perempuan kelahiran Probolinggo 02 April 1980 ini mempunyai metode melatih terhadap anak usia dini. Melatih menurutnya, bila ditinjau dari segi isi adalah berupa keterampilan atau kecakapan hidup (life skills). Bila ditinjau dari prosesnya, maka melatih dilakukan dengan menjadi contoh (role model) dan teladan dalam hal moral dan kepribadian. Sedangkan bila ditinjau dari strategi dan metode yang dapat digunakan, yaitu melalui praktik kerja, simulasi, dan magang.”hal ini sangat penting untuk diterapkan terhadap anak didik yang masih usia dini,” tegas perempuan yang sudah dikaruniai dua orang anak ini.
“Lain lagi bagi saya dari system mengajar, jika ditinjau dari segi isi, maka mengajar berupa bahan ajar dalam bentuk ilmu pengetahuan. Prosesnya dilakukan dengan memberikan contoh kepada anak didik atau mempraktikkan keterampilan tertentu atau menerapkan konsep yang diberikan kepada mereka agar menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari,”tegasnya.
Menurutnya, keempat perbedaan yang disebutkan itu adalah sesuatu yang harus erat menjadi pegangan bagi seorang guru, apalagi sebagai guru untuk anak usia dini, harus betul-betul mampu menerapkan dengan sebaik mungkin, agar karakter anak semakin tumbuh dan tumbuh lagi.(Dc)


COMMENTS