Dicko : BromoFM Kamis 25/09/2014 , 10 : 00 WIB KRAKSAAN - Ribuan pohon dan buah tanaman cabai merah besar di Desa Kertosono Kec...
Dicko : BromoFM
Kamis 25/09/2014 , 10 : 00 WIB
KRAKSAAN
- Ribuan pohon dan buah tanaman cabai merah besar di Desa Kertosono
Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, rusak setelah cuaca panas
terjadi selama beberapa bulan terakhir.Beberapa buah cabe nampak terlihat menghitam, karena tidak tahan dengan teriknya sinar matahari, hingga membuat juga beberapa pohon tanaman cabai yang ada menjadi kering.
Cuaca panas ini sudah terjadi selama 4 bulan yang lalu semenjak awal masa pembenihan tanaman cabai.
Selain itu, adanya serangan hama trip dan ulat juga makin memperparah kualitas dari tanaman cabai milik petani.
Akibatnya, para petani setempat dipastikan merugi dan gagal panen karena kualitas tanaman yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan semestinya.
Untuk harga tanaman cabai merah besar yang bagus kualitas super/saat ini berkisar Rp 12.000 per kilo, sedangkan untuk kualitas biasa adalah Rp 8.000 hingga Rp 9.000 perkilo.
Petani setempat Zainul Hasan mengatakan, dari 200 meter per segi lahan tanaman cabe miliknya, ia bisa menanam 4000 pohon tanaman cabai merah besar namun, kini semuanya tidak bisa dipanen secara maksimal .Sebab, beberapa kualitas tanaman cabainya kurang bagus.
Ia pun memastikan akan merugi karena untuk buah cabai merah besar yang kualitasnya jelek dipasaran dihargai dibawah dari harga biasanya yakni rp 7.000 per kilo hingga rp 4000 perkilo
“Ini tak sesuai dengan biaya perawatan yang saya keluarkan per harinya, yaitu sebesar Rp 3.000 untuk setiap pohon cabai yang saya tanam,” jelas Zainul.
Zainul berharap pemerintah lekas memberikan solusi dan kebijakan yang bisa membantu petani cabai terutama masalah harga dipasaran agar masalah yang mereka hadapi saat ini segera teratasi.
“Kalau keinginan saya dan petani cabai lainnya ingin ada dukungan dan bantuan dari Pemerintah. Agar petani cabai ini sedikit merasakan hasil,”ujarnya.(dc/fir)


COMMENTS