Dicko : Bromo FM Senin 01/09/2014 , 10 : 00 WIB KRAKSAAN – Polres Probolinggo akhirnya berhasil mengamankan 5 sopir dan 4 kerne...
Dicko : Bromo FM
Senin 01/09/2014 , 10 : 00 WIB
KRAKSAAN
– Polres Probolinggo akhirnya berhasil mengamankan 5 sopir dan 4 kernet
yang di duga melakukan penyelundupan pupuk bersubsidi. Petugas juga
mengamankan 5 truk diesel yang dikendarai pelaku bermuatan pupuk
bersubsidi tersebut, yang akan diselundupkan keberbagai daerah.
“Penangkapan ini berawal dari adanya laporan dari masyarakat pada minggu malam, tentang adanya aksi penyelundupan pupuk dengan menggunakan truk,” jelas Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro Senin (1/8/2014).
“Penangkapan ini berawal dari adanya laporan dari masyarakat pada minggu malam, tentang adanya aksi penyelundupan pupuk dengan menggunakan truk,” jelas Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro Senin (1/8/2014).
Proses penangkapan itu sendiri lanjut Endar, dilakukan sebanyak 3 kali di tiga lokasi berbeda diwilayah hukum Polres Probolinggo, yakni di jalur pantura Desa sumberanyar, Kecamatan Paiton, lokasi ke dua di jalan pantura depan Mapolres Probolinggo tepatnya di Desa Rondo Kuning, Kecamatan Pajarakan dan di jalan raya Gending, Kecamatan Gending.
Hasilnya dari keseluruhan isi muatan truk, polisi berhasil mengamankan sekitar 25 hingga 40 ton pupuk bersubsidi, dengan dua jenis pupuk berbeda yaitu pupuk jenis urea dan phonska.
“Rencananya pupuk yang dibawa sopir dari Bondowoso dan Situbondo ini akan diselundupkan ke daerah lamongan dan mojokerto,”papar Endar.
Mantan penyidik KPK ini mengaku, sejauh ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap para sopir truk, hal ini untuk mengetahui tentang siapa gembong atau otak dibalik aksi penyelundupan pupuk tersebut.
Selain itu, pihaknya juga belum berani memastikan, penyelundupan ini adalah bagian dari sindikat penggelapan pupuk subsidi antar daerah atau bukan.
“Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh dari para sopir mereka mengaku telah melakukan penyelundupan sebanyak 2 kali,”tambahnya.(Dc)



COMMENTS