Dicko : BromoFM Senin 15/09/2014 , 09 : 00 WIB KRAKSAAN – Puluhan peserta yang berasal dari sekolah SMP, SMA bahkan juga da...
Dicko : BromoFM
Senin 15/09/2014 , 09 : 00 WIB
KRAKSAAN
– Puluhan peserta yang berasal dari sekolah SMP, SMA bahkan juga dari
masyarakat umum mengikuti lomba mendongeng ditingkat Kabupaten. Acara
yang digelar oleh Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten
Probolinggo. Acara yang di gelar dihalaman kantor Perpusda Kabupaten
Probolinggo itu sempat menjadi totontonan warga, sebab, dalam perlombaan
mendongeng itu dinilainya unik dan budaya jaman dulu.
Lomba mendongeng tersebut juara pertama di raih oleh Adila Givary Romadon dari SMA Tunas Luhur Sumberanyar, Kecamatan Paiton. Juara ke dua di raih oleh Muhammad Munir, seorang pembisinis asal Desa Alastengah, Kecamatan Besuk. Sedangkan Juara ke tiga di raih oleh Yuhanita Tiara Sari dari SMAN 1 Kraksaan.
Salah satu pemenang lomba yang meraih juara pertama “gambar diatas” sedang menunjukkan kebolehannya di atas panggung. Dalam dongeng yang dibawakan adalah sebuah kisah dari Sritanjung - Sidopekso.
Menurut Adila Givary juara pertama dalam lomba tersebut mengatakan, sebuah kisah yang ditampilkan itu adalah sebuah kisah kolosal tentang asal usul Banyuwangi, yakni cerita legenda Sritanjung-Sidopekso. Yang mana dahulu ada raja bernama Prabu Sulakrama, dia memiliki seorang patih yang bernama Raden Sidopekso. Sidopekso memiliki seorang istri yang amat cantik hingga raja Sulakrama jatuh hati pada istrinya yaitu Sritanjung.
Sementara itu, menurut Kepala kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo, Santoso mengatakan, mendongeng atau storytelling adalah kebiasaan turun-temurun yang dilakukan para leluhur sebagai pengantar tidur atau pengisi waktu luang sembari berinterksi dengan sang anak. Dongeng mengandung keteladanan, kebaikan, kejujuran, dan kelucuan.
“Perlu ada upaya untuk menyelamatkan seni-seni tradisional salah satunya dongeng cerita rakyat. “Dongeng menjadi salah satu media dalam melakukan tranformasi nilai-nilai budi pekerti yang dilakukan oleh orang tua pada anak-anaknya,” ujarnya.
Selain diadakannya lomba mendongeng lanjut Santoso, Perpusda juga mengadakan lomba minat baca, dan lomba madding untuk tingkat SMP dan SMA sederajat.”Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin yang kami adakan setiap tahunnya, agar anak pelajar tetap lebih semangat, dengan tujuan dan sasaran dari pelaksanaan lomba minat baca dam madding ini adalah untuk meningkatkan mutu/kualitasa perpustakaan dan menumbuhkan minat baca masyarakat terutama anak siswa sekolah,”tuturnya.
Lebih lanjut Santoso mengungkapkan, anak sekolah merupakan ujung tombak dan berkaitan dengan masa depan bangsa dan Negara di dalam pengembangan perpustakaan khusunya perpustakaan sekolah. “Pelaksanaan lomba minat baca ini tentunya untuk menambah motivasi dan semangat belajar bagi siswa disamping menjaring anak-anak yang berprestasi sehingga menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas,”tandasnya.(dc/fir)



COMMENTS