Dicko : BromoFM Rabu 17/09/2014. 10:00 WIB KRAKSAAN – Halli (60) warga Desa Satreyan, Maron, Kabupaten Probolinggo menjalani pera...
Dicko : BromoFM
Rabu 17/09/2014. 10:00 WIB
Peristiwa ledakan petasan itu terjadi pada Selasa (16/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Menurut Halli yang sempat bicara saat menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati Rabu (17/9/14), kejadian itu bermula ketika dirinya diminta tolong oleh temannya untuk membuat petasan. Setelah membuat dua biji petasan berukuran sedang, kedua benda itu kemudian diletakkan di depan lemari kaca di rumahnya. Tak jauh dari hadapannya, mesiu seberat 1 kg terbungkus plastik.
“Saat memasukkan bubuk mesiu ke selongsong petasan, tiba-tiba ada benda jatuh dari atas lemari. Saya lupa apa benda itu. Benda yang jatuh tersebut kemudian membuat petasan yang saya buat meledak. Setelah itu saya tak ingat lagi,” katanya.
Saat menjalani perawatan diruang bedah, Halli didampingi sang istrinya Juhairiyah (42),”Saya tidak tahu pasti penyebab ledakan itu, karena waktu itu saya posisi diluar rumah. Tiba-tiba terdengar suara dentuman yang cukup keras di dalam rumah. Seketika itu saya langsung bergegas dan wargapun berdatangan,”jelas Juhairiyah.
Halli mengalami luka yang cukup serius disekujur tubuhnya akibat ledakan petasan yang dibuatnya. Kaki kanan dan kirinya mengalami luka bakar cukup parah, sedangkan pada muka dan dada serta di bagian perutnya mengalami luka akibat pecahan kaca lemari yang ditimbulkan dari ledakan tersebut.
Rabu 17/09/2014. 10:00 WIB
KRAKSAAN – Halli (60) warga Desa Satreyan, Maron, Kabupaten Probolinggo menjalani perawatan diruang bedah di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten setempat, lantaran membuat mercon di dalam rumahnya.
Peristiwa ledakan petasan itu terjadi pada Selasa (16/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Menurut Halli yang sempat bicara saat menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati Rabu (17/9/14), kejadian itu bermula ketika dirinya diminta tolong oleh temannya untuk membuat petasan. Setelah membuat dua biji petasan berukuran sedang, kedua benda itu kemudian diletakkan di depan lemari kaca di rumahnya. Tak jauh dari hadapannya, mesiu seberat 1 kg terbungkus plastik.
“Saat memasukkan bubuk mesiu ke selongsong petasan, tiba-tiba ada benda jatuh dari atas lemari. Saya lupa apa benda itu. Benda yang jatuh tersebut kemudian membuat petasan yang saya buat meledak. Setelah itu saya tak ingat lagi,” katanya.
Saat menjalani perawatan diruang bedah, Halli didampingi sang istrinya Juhairiyah (42),”Saya tidak tahu pasti penyebab ledakan itu, karena waktu itu saya posisi diluar rumah. Tiba-tiba terdengar suara dentuman yang cukup keras di dalam rumah. Seketika itu saya langsung bergegas dan wargapun berdatangan,”jelas Juhairiyah.
Halli mengalami luka yang cukup serius disekujur tubuhnya akibat ledakan petasan yang dibuatnya. Kaki kanan dan kirinya mengalami luka bakar cukup parah, sedangkan pada muka dan dada serta di bagian perutnya mengalami luka akibat pecahan kaca lemari yang ditimbulkan dari ledakan tersebut.
Terpisah, Kapolsek Maron AKP Kukuh mengatakan, Halli akan diproses secara hukum akibat perbuatannya.” Halli akan dijerat Undang-Undang darurat akibat membuat petasan, meski dampaknya mengenai dirinya sendiri. Kukuh menambahkan, Halli membuat petasan yang dipesan temannya untuk disulut saat perayaan Idul Adha. Tentu saja, proses hukum akan dikenakan setelah dia sembuh,”tandasnya.(dc/fir)



COMMENTS