Dicko : BromoFM Sabtu 27/09/2014. 10:00 WIB GENDING – Banyak hal yang dilakukan untuk menutupi aib seseorang. Bahkan dengan cara apap...
Dicko : BromoFM
Sabtu 27/09/2014. 10:00 WIB
Sebuah insident yang menggegerkan warga setempat adalah penemuan sosok bayi perempuan di pinggir pantai. Mayat bayi malang yang diketemukan terbungkus kain warna merah itu diduga hasil hubungan gelap dari salah satu warga yang tak jauh dari lokasi.
Sejak peristiwa itu terjadi, membuat warga geger dan mempertanyakan si bayi malang yang dikubur di pinggir pantai. Bahkan sampai berita ini ditulis warga dan pihak kepolisian kesulitan untuk melakukan penyelidikan, siapa orang tua bayi malang ini.
Sementara itu, Sudarto (45) warga setempat, yang merupakan penemu pertama mayat bayi mengatakan, awalnya dirinya tidak menyangka kalau ada mayat bayi setelah ia mencium bau tak sedap saat dirinya hendak membuang sampah. Menurutnya, semakin ia berjalan ke arah timur bau itu semakin menyengat.
“Saya berusaha mencari sumber bau itu, karena hati saya berkata tidak mungkin bau yang saya cium itu adalah bau binatang. Beberapa menit kemudian saya berhasil menemukan bau itu berupa mayat bayi,” jelas Sudarto sat diwawancarai sejumlah wartawan dilokasi
Mendapati mayat bayi, ia langsung memberitahunya ke kepala RT dan warga yang lain, agar semua warga bisa mengetahui kejadian itu.“Saya langsung riwa-riwi kerumah pak RT dan rumah warga,” sebutnya.
Seketika itu kabar penemuan itu lanfgsung menggoncang perbincangan warga, warga langsung berduyun mendatangi lokasi untuk mengetahui bayi malang yang dikubur.
Sabtu (27/9/14) sekitar pukul 10.30 WIB bagian identifikasi dari Polres Probolinggo langsung melakukan olah TKP. Setelah di diskusikan antara warga dan pihak kepolisian, mayat bayi malang akan dikubur di tempat pemakaman umum (TPU) di bukit bentar. Sementara ini, pihak kepolisian dan warga masih belum mengetahui usia bayi tersebut.(dc/fir)
Sabtu 27/09/2014. 10:00 WIB
GENDING – Banyak hal yang dilakukan untuk menutupi aib seseorang. Bahkan dengan cara apapun itu pastinya akan dilakukan. Namun, pepatah mengatakan, sepandainya tupai meloncat akan terjatuh juga. Seperti yang terjadi di pesisir Dusun Parsian, Desa Taman Sari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo Jum’at (26/9/2014) petang.
Sebuah insident yang menggegerkan warga setempat adalah penemuan sosok bayi perempuan di pinggir pantai. Mayat bayi malang yang diketemukan terbungkus kain warna merah itu diduga hasil hubungan gelap dari salah satu warga yang tak jauh dari lokasi.
Sejak peristiwa itu terjadi, membuat warga geger dan mempertanyakan si bayi malang yang dikubur di pinggir pantai. Bahkan sampai berita ini ditulis warga dan pihak kepolisian kesulitan untuk melakukan penyelidikan, siapa orang tua bayi malang ini.
Sementara itu, Sudarto (45) warga setempat, yang merupakan penemu pertama mayat bayi mengatakan, awalnya dirinya tidak menyangka kalau ada mayat bayi setelah ia mencium bau tak sedap saat dirinya hendak membuang sampah. Menurutnya, semakin ia berjalan ke arah timur bau itu semakin menyengat.
“Saya berusaha mencari sumber bau itu, karena hati saya berkata tidak mungkin bau yang saya cium itu adalah bau binatang. Beberapa menit kemudian saya berhasil menemukan bau itu berupa mayat bayi,” jelas Sudarto sat diwawancarai sejumlah wartawan dilokasi
Mendapati mayat bayi, ia langsung memberitahunya ke kepala RT dan warga yang lain, agar semua warga bisa mengetahui kejadian itu.“Saya langsung riwa-riwi kerumah pak RT dan rumah warga,” sebutnya.
Seketika itu kabar penemuan itu lanfgsung menggoncang perbincangan warga, warga langsung berduyun mendatangi lokasi untuk mengetahui bayi malang yang dikubur.
Sabtu (27/9/14) sekitar pukul 10.30 WIB bagian identifikasi dari Polres Probolinggo langsung melakukan olah TKP. Setelah di diskusikan antara warga dan pihak kepolisian, mayat bayi malang akan dikubur di tempat pemakaman umum (TPU) di bukit bentar. Sementara ini, pihak kepolisian dan warga masih belum mengetahui usia bayi tersebut.(dc/fir)



COMMENTS