Dicko : BromoFM Jum'at 26/09/2014 , 09 : 00 WIB KRAKSAAN – Menjelang hari raya Idul Adha yang jatuh pada 5 Oktober 2014, s...
Dicko : BromoFM
Jum'at 26/09/2014 , 09 : 00 WIB
KRAKSAAN
– Menjelang hari raya Idul Adha yang jatuh pada 5 Oktober 2014,
sejumlah bahan pokok dipasaran mulai mengalami kenaikan harga. Termasuk
harga daging sapi lokal yang dijual dipasar tradisional di Kabupaten
Probolinggo harganya dari sebagian pedagang sudah mulai sedikit ada
kenaikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo menyebutkan, kisaran harga daging sapi lokal saat ini sudah mencapai Rp 95 ribu hingga Rp 97 ribu/kg, harga tersebut bukan berarti dari harga paten, melainkan harga yang ditentukan oleh pedegang itu sendiri.
“Harganya untuk sementara ini dari seluruh pedagang di Kabupaten Probolinggo tidak mungkin semua sama, sebab, kenaikan ini bukan karena kelangkaan daging, melainkan banyak pedagang yang sengaja menaikkan harga sendiri, karena sudah terbiasa menjelang Idul Qurban daging sapi lokal harganya tidak seperti biasanya,” ujar H.Syahid (45) salah satu pedagang dipasar Sapi Kecamatan Besuk, Kabupaten setempat Jum’at (26/09/14).
Ia menuturkan, harganya daging sapi pada minggu sebelumnya masih berkisar Rp 93 ribu hingga Rp 95 ribu/kg untuk harga di pasaran. Sedangkan harga untuk pelanggan seperti penjual rawon dan bakso, hanya dipatok Rp 92 ribu/kg.
“Kalau harga daging sapi biasa, sampai saat ini masih belum ada kenaikan harga, masih tetap Rp 83 ribu/kg hingga Rp 85 ribu/kg. Ini harga pasar yang memang dibuat oleh pedagang agar tetap mendapatkan hasil yang normal, sebab, mengingat pada saat ini permintaan sangat berkurang,”sebutnya.
Serupa dikatakan oleh Martujuh (50), seorang pedagang daging sapi lokal di pasar Semampir Kecamatan Kraksaan, Kabupaten setempat. Ditanya tentang harga daging saat ini, apakah sama dengan pasar tradisioanal lainnya yang ada di Kabupaten Probolinggo, ia mengaku, harga yang dilepas oleh para pedagang tidak ada perbedaan.
“Semua harga dipasaran tentu sama, karena semua pedagang untuk melepas harga itu melakukan koordinasi terlebih dulu. Namun ada pula sebagian pedagang yang mempunyai prinsip berbeda. Harganya tidak dinaikkan yang penting dagingnya habis terjual,”jelas Martujuh.(dc/fir)



COMMENTS