Dicko : BromoFM Senin 08/09/2014 , 09 : 00 WIB Potensi kekeringan akibat dampak dari musin kemarau mulai meresahkan para petani ...
Dicko : BromoFM
Senin 08/09/2014 , 09 : 00 WIB
![]() |
| Potensi kekeringan akibat dampak dari musin kemarau mulai meresahkan para petani |
KRAKSAAN –
Di Kabupaten Probolinggo tahun 2014 ini, potensi kekeringan akibat
dampak dari musin kemarau mulai meresahkan para petani yang menggunakan
sistem tadah hujan. Akibatnya, tanaman mereka sudah tampak mulai kering
karena begitu sulitnya untuk mendapatkan air. Sehingga kondisi itu
membuat tingkat hasil produksi hasil panennya diprediksi akan mengalami
kegagalan.
“Setiap musim kemarau kami selalu menunggu air dengan turunnya hujan, dan ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya,”ujar Sholikin (45) Asal Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo Minggu (7/9/14).
Menurutnya, daerahnya kalau sudah menghadapi musim kemarau seperti persoalan air memang banyak menjadi kendala masyarakat termasuk untuk pertanian.”Dengan situasi seperti sekarang, yang jelas petani resah, sebab, setiap sawah kekurangan air,” terangnya.
Hal senada juga di ungkapkan Marto (40) salah satu warga setempat. Ia mengaku kalau sudah tidak ada hujan turun banyak tanaman yang kering dan mati. Sehingga tekstur tanah di lahan pertanian petani yang ada banyak yang mengeras dan terlihat gersang.“Karena tidak ada pola irigasi yang mengairi sawah sepanjang tahunnya. Hanya kalau musim penghujan saja ladang disini mulai subur,” jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bapedda), Dewi Korina melalui, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Sugianto mengaku, pemkab akan terus melakukan pembangunan embung yang akan digunakan dalam mengairi sawah yang ada di daearah tadah hujan. “ Namun pembangunannya di lakukan secara bertahap. Karena biaya pembangunan embung sangat besar,” sebutnya.
Ia mengaku saat ini embung yang sudah terbangun, sebanyak 7 lokasi diantarnya,embung yang sudah terbangun di Kecamatan Tongas sebanyak 4 titik berada di Desa, Sumberejo, Kelampok dan 2 embung di Desa Tongas Wetan. 1 Embung di Desa Sumberkare Kecamatan Wonomerto, 2 embung berada di Desa Legundi dan Desa Gunung Tugel Kecamatan Bantaran.
“Semua embung tersebut sudah dimanfaatkan warga untuk digunakan sebagai irigasi untuk lahan sawah petani,” terang Dewi Korina.
Selain itu, Dewi Korina memaparkan, upaya Pemkab melakukan pembangunan embung untuk masyarakat yang membutuhkan itu dinilainya masih kurang, sebab, masih ada Daerah yang tergolong tandus ketika musim kemarau tiba, karena tidak keseluruhan yang memiliki embung irigasi.
“Ini ksudah merupakan agenda rutin dari tahun ke tahun yang dilkukan oleh Pemkab untuk pembangunan embung, hal tersebut dilakukan untuk menciptakan kemakmuran kalangan petani di Kabupaten Probolinggo”tambahnya.(Dc)



COMMENTS