Dicko : BromoFM Rabu 20/08/2014 , 09 : 00 WIB KRAKSAAN - Beragam kebijakan baru diambil Pemkab Probolinggo dalam rangka untuk ...
Dicko : BromoFM
Rabu 20/08/2014 , 09 : 00 WIB
KRAKSAAN
- Beragam kebijakan baru diambil Pemkab Probolinggo dalam rangka untuk
menyukseskan jalannya peringatan HUT RI ke-69. Salah satu bentuk
kebijakan tersebut dituangkan dalam bentuk beragam perlombaan yang
dilaksanakan di halaman kantor Sekretariat Pemkab Probolinggo, Rabu
(20/8/14).
Dari sekian banyak perlombaan yang digelar, salah satu lomba yang diambil sebagai seni olah raga yang terus dikembangkan di Negeri Indonesia adalah lomba sepeda lambat. Syafi’uddin selaku kepala Kantor Pemuda dan Olah raga (Kanpora) Kabupaten Probolinggo mengatakan, bahwa dari seni olah raga sepeda lambat tersebut membawa nilai-nilai tersendiri di Negeri Indonesia.
Selain itu ia mengaku, bahwa Sepeda lambat memang sering dilombakan dalam perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain balap karung, tarik-tambang, makan krupuk, panjat pinang, gebuk bantal, tarik tambang dan balap sepeda lambat juga cukup seru untuk diikuti.
“Biasanya pemenang setiap lomba adalah yang paling cepat mencapai garis finish. Tapi berbeda dengan lomba sepeda lambat. Barang siapa yang mengayuh paling lambat mencapai garis finish dan tidak terjatuh maka dialah pemenangnya,” ucap Syafi’uddin.
Diungkapkannya, dalam lomba ini mencoba mengirim pesan bahwa peserta harus menjaga keseimbangan, dan tidak terburu-buru dalam mengejar tujuan. Kadang kala, peserta berpikir bahwa siapa cepat dia yang dapat. Namun jika dilakukan dengan tergesa-gesa, bukan tidak mungkin akan terjatuh dan gagal sebelum mencapai tujuan.
“Mari kita tetap sukseskan olah raga tradisional, untuk diselenggarakan, dan dijadikan sebagai ajang perlombaan. Agar seni budaya kita tetap terjaga dan tetap hidup, utamanya kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo.(Dc)



COMMENTS