Dicko : Bromo FM Kamis 14/08/2014 , 08 : 00 WIB SUKAPURA - Seni drama dan tari (Sendratari) Roro Anteng dan Joko Seger kembal...
Dicko : Bromo FM
Kamis 14/08/2014 , 08 : 00 WIB
SUKAPURA
- Seni drama dan tari (Sendratari) Roro Anteng dan Joko Seger kembali
digelar guna memeriahkan resepsi Yadnya Kasada. Sendratari yang
mengisahkan tentang asal-usul Wong Tengger itu dipentaskan di Pendopo
Agung Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Senin (11/7) malam.
Sendratari yang digelar pada malam tanggal 15 (purnama) bulan ke-12 (Kasada) itu didukung sejumlah penari dari Sanggar Tari Maheswari Kecamatan Sukapura dan siswa-siswi di Kecamatan Sukapura.
Malam resepsi Yadnya Kasada juga dimeriahkan Tari Asmara Ning Tengger yang menceritakan kisah asmara antara Roro Anteng dan Joko Seger. Malam itu juga ditampilkan Tari Panembromo oleh siswa-siswi di Kecamatan Sukapura. Panembromo merupakan kidungan khas masyarakat Tengger yang bercerita tentang asal mula terjadinya Gunung Bromo.
Selain itu juga digelar pengukuhan pejabat Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Probolinggo sebagai sesepuh Tengger. Yakni, Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro beserta istri, Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Heru Agung Aryandhono dan Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan Agus Widodo.
Selain itu, resepsi Yadnya Kasada dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs HA. Timbul Prihanjoko dan Kepala Kejaksaan Negeri Kraksaan Elan Suherlan. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H Moch. Nawi serta sejumlah kepala SKPD dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Menariknya, resepsi Yadnya Kasada tahun ini juga dihadiri para mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. Tidak ketinggalan pula para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam sambutannya Wabup Timbul atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah menyampaikan selamat merayakan Yadnya Kasada kepada seluruh warga masyarakat Tengger. Terutama kepada panitia penyelenggara yang telah memfasilitasi kebutuhan dan harapan masyarakat sehingga upacara ritual Yadnya Kasada mulai awal hingga akhir dapat berlangsung khidmat, lancar dan membahagiakan.
“Kerukunan hidup umat beragama yang tulus ini tidak saja menjadi contoh praktek pluralisme yang baik, namun juga dipercaya menjadi pilar harmonisasi kehidupan masyarakat, menjadi modal semangat untuk membangun dan mensejahterakan seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat Tengger,” ujarnya.
Lebih lanjut Wabup Timbul menjelaskan, Bromo memang menjadi daerah tujuan wisata yang lengkap. Di samping keindahan alam dan pesona matahari terbitnya, masyarakat Tengger yang ramah dan terus menjaga kesucian adat budayanya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
“Bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TN-BTS), kami senantiasa melakukan sinergi pengelolaan obyek wisata berskala nasional ini,” ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo itu.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menjelaskan, Yadnya Kasada tahun ini diwarnai kegiatan pendukung. Kegiatan pendukung bertajuk ”Sepekan di Bromo” (A Week on Bromo) itu di antaranya diwarnai, jalan sehat, pawai obor, hiburan musik, pagelaran reog, pameran produk unggulan, dan diakhiri resepsi Yadnya Kasada.
Sejumlah kegiatan pendukung juga turut memeriahkan Yadnya Kasada. Di antaranya jalan sehat yang digelar Jumat (8/8). Selain itu juga digelar pawai obor, Sabtu (9/8) malam. Sejumlah warga Tengger dipimpin Dukun Pandhita juga menggelar acara Melasti, Mendhak Tirtha dan Makemit.
Minggu (10/8) digelar acara Odalan atau selamatan Pura sebagai tempat upacara ritual. Sementara Senin (11/8), 19.00 WIB digelar acara malam resepsi Yadnya Kasada disertai dengan penampilan Sendratari Roro Anteng dan Joko Seger dan sejumlah tari lainnya.
Sementara itu ritual Yadnya Kasada di Laut Pasir (Kaldera) Bromo dimulai Selasa (12/8) pukul 02.00 dini hari berakhir pada pukul 06.00. Ritual dipusatkan di Pura Luhur Poten dipimpin Koordinator Dukun Pandhita Tengger, Mbah Soetomo. Ritual Yadnya Kasada melibatkan warga Tengger dari empat kabupaten (Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang). Yadnya Kasada di Laut Pasir dipamungkasi ketika warga Tengger beramai-ramai menuju puncak untuk melarung sesaji di kawah Gunung Bromo.(DC)
Sendratari yang digelar pada malam tanggal 15 (purnama) bulan ke-12 (Kasada) itu didukung sejumlah penari dari Sanggar Tari Maheswari Kecamatan Sukapura dan siswa-siswi di Kecamatan Sukapura.
Malam resepsi Yadnya Kasada juga dimeriahkan Tari Asmara Ning Tengger yang menceritakan kisah asmara antara Roro Anteng dan Joko Seger. Malam itu juga ditampilkan Tari Panembromo oleh siswa-siswi di Kecamatan Sukapura. Panembromo merupakan kidungan khas masyarakat Tengger yang bercerita tentang asal mula terjadinya Gunung Bromo.
Selain itu juga digelar pengukuhan pejabat Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Probolinggo sebagai sesepuh Tengger. Yakni, Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro beserta istri, Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Heru Agung Aryandhono dan Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan Agus Widodo.
Selain itu, resepsi Yadnya Kasada dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs HA. Timbul Prihanjoko dan Kepala Kejaksaan Negeri Kraksaan Elan Suherlan. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H Moch. Nawi serta sejumlah kepala SKPD dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Menariknya, resepsi Yadnya Kasada tahun ini juga dihadiri para mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. Tidak ketinggalan pula para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam sambutannya Wabup Timbul atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah menyampaikan selamat merayakan Yadnya Kasada kepada seluruh warga masyarakat Tengger. Terutama kepada panitia penyelenggara yang telah memfasilitasi kebutuhan dan harapan masyarakat sehingga upacara ritual Yadnya Kasada mulai awal hingga akhir dapat berlangsung khidmat, lancar dan membahagiakan.
“Kerukunan hidup umat beragama yang tulus ini tidak saja menjadi contoh praktek pluralisme yang baik, namun juga dipercaya menjadi pilar harmonisasi kehidupan masyarakat, menjadi modal semangat untuk membangun dan mensejahterakan seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat Tengger,” ujarnya.
Lebih lanjut Wabup Timbul menjelaskan, Bromo memang menjadi daerah tujuan wisata yang lengkap. Di samping keindahan alam dan pesona matahari terbitnya, masyarakat Tengger yang ramah dan terus menjaga kesucian adat budayanya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
“Bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TN-BTS), kami senantiasa melakukan sinergi pengelolaan obyek wisata berskala nasional ini,” ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo itu.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menjelaskan, Yadnya Kasada tahun ini diwarnai kegiatan pendukung. Kegiatan pendukung bertajuk ”Sepekan di Bromo” (A Week on Bromo) itu di antaranya diwarnai, jalan sehat, pawai obor, hiburan musik, pagelaran reog, pameran produk unggulan, dan diakhiri resepsi Yadnya Kasada.
Sejumlah kegiatan pendukung juga turut memeriahkan Yadnya Kasada. Di antaranya jalan sehat yang digelar Jumat (8/8). Selain itu juga digelar pawai obor, Sabtu (9/8) malam. Sejumlah warga Tengger dipimpin Dukun Pandhita juga menggelar acara Melasti, Mendhak Tirtha dan Makemit.
Minggu (10/8) digelar acara Odalan atau selamatan Pura sebagai tempat upacara ritual. Sementara Senin (11/8), 19.00 WIB digelar acara malam resepsi Yadnya Kasada disertai dengan penampilan Sendratari Roro Anteng dan Joko Seger dan sejumlah tari lainnya.
Sementara itu ritual Yadnya Kasada di Laut Pasir (Kaldera) Bromo dimulai Selasa (12/8) pukul 02.00 dini hari berakhir pada pukul 06.00. Ritual dipusatkan di Pura Luhur Poten dipimpin Koordinator Dukun Pandhita Tengger, Mbah Soetomo. Ritual Yadnya Kasada melibatkan warga Tengger dari empat kabupaten (Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang). Yadnya Kasada di Laut Pasir dipamungkasi ketika warga Tengger beramai-ramai menuju puncak untuk melarung sesaji di kawah Gunung Bromo.(DC)



COMMENTS