Reporter Dicko Senin 11/08/2014 , 10 : 00 WIB Bagi Aprilia Kusuma Dewi berhijab adalah suatu kekuatan yang mulia, sebab bagi dir...
Reporter Dicko
Senin 11/08/2014 , 10 : 00 WIB
Bagi
Aprilia Kusuma Dewi berhijab adalah suatu kekuatan yang mulia, sebab
bagi dirinya memakai jilbab (hijab) merupakan seorang muslimah dan untuk
menutupi aurot di kepala. Perempuan yang saat ini sudah berusia 19
tahun ini sudah memulai kehidupannya untuk selalu berhijab sejak dirinya
duduk dibangku kelas dua SMA.April panggilan akrabnya ini beralasan mengapa sampai saat ini ia memutuskan untuk memakai hijab. Selama ini sempat menjadi pertanyaan dari sahabat dan saudaranya terhadap dirinya, dan belum bisa saya jawab dengan sempurna. “Beberapa teman bilang, saya lebih cantik kalau tidak pakai hijab, ada yang bilang pula, saya lebih cantik pake jilbab. Tapi tentu bukan itu alasan saya berhijab. Karena kalau ingin sekedar dibilang lebih cantik, saya akan lebih memilih pergi ke salon, bukan pakai hijab,” kata dara manis ini yang saat ini masih mau menempuh kuliah STIH (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum) Zainul Hasan kota Kraksaan.
Perempuan kelahiran Probolinggo 25 April 1995 ini mempunyai prinsip kalau dirinya ingin menjadi seorang muslimah yang baik. Memakai hijab menurutnya, dirinya merasa lebih ‘terhormat’ dan lebih ‘dihargai’ sebagai perempuan, ketika memakai jilbab. “Buktinya sederhana saja, jaman sekarang banyak pria yang menggoda para wanita, kalau melihat wanita tidak berhijab cara menggodanya pria sangat berlebihan. Akan tetapi kalau wanita berhijab yang jelas kalau menyapa pastinya mengucapkan ‘Assalamu’alaikum’,”sebutnya.
Selain itu, gadis asal Desa Maron, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo yang mempunyai hobby menyanyi dan browsing ini mengaku, jilbab ‘membatasi’ dirinya untuk melakukan hal-hal yang dilarang norma agama, seperti: memaki, mengucapkan kata kotor, tidak puasa saat Ramadhan, tidak shalat, berbohong, dan sebagainya. Meskipun sampai sekarang dirinya juga belum begitu sempurna menjalankan itu semua, gadis ini mengaku, paling tidak dirinya harus lebih ‘tahu diri’ karena pakai hijab.
“Saat ini terbukti setelah saya benar-benar mengetahui tentang kekuatan hijab. Saya pernah mencoba untuk melepas hijab yang saya pakai, namun tidak lama pasti ada sesuatu yang terjadi pada saya, itu sudah terjadi berulang kali. Makanya saya putuskan dari tahun 2011 lalu saya untuk berhijab. Sekali lagi sikap saya memang belum sempurna saat ini, tapi hijab mengajari saya untuk jadi lebih sempurna. Jilbab menyempurnakan sikap, kepribadian, dan ibadah kita,”tuturnya.(Dc)


COMMENTS