Dicko : BromoFM Kamis 28/08/2014 , 10 : 00 WIB KRAKSAAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, akhirnya mengelua...
Dicko : BromoFM
Kamis 28/08/2014 , 10 : 00 WIB
KRAKSAAN
– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, akhirnya
mengeluarkan fatwa terkait isu Islamic State Of Irak and Siria (ISIS)
yang makin marak menyebar di berbagai Daerah di Negara Indonesia.Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH.Munir Cholili melalui komisi fatwa MUI Kabupaten Probolinggo KH.Wasik Hannan menegaskan, bahwa gerakan ISIS bertentangan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan bertolak belakang dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945. Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan acara pengajian kebangsaan di Gedung Islamic Centre (GIC) kota Krakasaan Kamis (28/8/14).
"Sudah diputuskan, karena apa yang mereka lakukan sudah jelas keharamannya," kata kyai Wasik saat di wawancarai oleh sejumlah media usai acara.
"Membunuh orang lain itu sangat tegas dalam Al-Quran (tidak boleh), maka dalam hal itu tidak perlu fatwa," ungkapnya.
Lebih lanjut, kyai Wasik juga meminta kepada umat muslim di Indonesia bahwa hadirnya gerakan ini harus dihadapi bersama. Tetapi, untuk meniadakan gerakan-gerakan ini, ia menyampaikan tidak perlu adanya gembar-gembor berupa aksi reaktif secara berlebihan.
Kyai Wasik juga menyampaikan, MUI tetap memutuskan akan menolak dan melarang (haram) adanya faham dan gerakan radikal bernama ISIS di Indonesia. ISIS menurutnya, tergolong penista agama yang berpotensi menimbulkan pengaruh negativ terhadap syari’at Islam, Ideologi Pancasila dan kebinekaan.
"Kita harus penuh kekompakan untuk menghadapi hal ini semua, alangkah baiknya kita hadapi sesuai dasar hukum dan harus di hadapi dengan pendekatan,”ujarnya.
Kyai Wasik menyatakan, bahwa MUI saat ini telah melakukan koordinasi dengan pemerintah dan Instansi terkait di Kabupaten Probolinggo, serta jajaran Polri, TNI dan ulama dari organisasi Islam.
“Hal itu kami lakukan untuk lebih dalam mencermati perkembangan serta penyebaran faham dan Ideologis ISIS,” tambahnya.(Dc)


COMMENTS