Dicko : Bromo fm Senin 04/08/14. 09:00 WIB KRAKSAAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo Senin (04/7/14) men...
Dicko : Bromo fm
Senin 04/08/14. 09:00 WIB
Senin 04/08/14. 09:00 WIB
KRAKSAAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo Senin (04/7/14) menggelar halal bihalal dalam rangka hari raya ketupat, tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1435. Kegiatan halal bihalal tersebut dipusatkan di kantor Satpol PP dengan mengundang para pengamen jalanan.
Pengamen jalanan yang di datangkan dari kota Malang itu sebanyak tujuh orang yang sudah professional. Mereka sengaja di undang bertujuan untuk memberi contoh secara professional kepada pengamen-pengamen yang ada di Kabupten Probolinggo.
Tujuh pengamen yang sudah professional tersebut, menunjukan kebolehannya di hadapan puluhan undangan yang datang dengan menggunakan alat musik layaknya orkes dangdut seperti guitar, seruling, gendang dan keyboard. Mereka menujukan karayanya sebgaia pengamen yang professional.
Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Ach. Aruman mengatakan, para pengamen di Kaupaten Probolinggo diupayakan untuk difasilitasi alat musik dangdut, agar mereka bisa menjadi pengamen yang professional. Akan tetapi pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo agar memberi wadah dan memfasilitasi pengamen di Kabupaten Probolinggo.
Sebagai Pengamen jalanan yang professional, nantinya dengan bebas para pengamen yang sudah profesional memainkan musiknya di pusat-pusat perbelanjaan dikota Kraksaan,”intinya kalau sudah menjadi pengamen profesional mereka bisa bermain di waralaba dan tempat keramaian. Nanti kami upayakan agar anak jalanan dan pengamen di Kabupten Probolinggo bisa menunjukan kalau dirinya mampu menjadi seorang pengamen yang professional,”sebutnya.
Dalam kegiatan halal bihalal yang di gelarnya ini, Aruman sangat mempunyai ke inginan, agar anak jalanan dan pengamen bisa seperti pengamen profesional yang telah ia undang dari kota Malang mengisi acara halal bihalal tersebut. Selain itu, Aruman berharap agar para pengamen di Kabupaten Probolinggo tidak selalu hidup di jalan dan tidak mengganggu jalannya lalulintas dan tidak mengganggu arus kendaraan ketika di lampu merah.
“Dari itu kami memanfaatkan pengamen dari Malang ini. Kalau nantinya bisa menjadi Profesional seperti ini, siapa tahu dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Probolinggo bisa menaungi dan memberika mereka pekerjaan yang layak,” harap Aruman.(Dc)



COMMENTS